Faktor Penyebab Perang Tapanuli tahun 1878-1907

Tanah Batak yang terkenal dengan keindahan danau Toba tersebut pada puluhan bahkan mungkin ratusan tahun silam menyimpan sejarah perjuangan yang disebut dengan perang Batak atau Perang Tapanuli. Perang tersebut dipicu oleh kedatangan Belanda yang ingin menguasai tanah Batak, sehingga memicu kemarahan sang raja Batak yakni Sisingamangaraja XII yang pada saat itu beliau merupakan Maha Raja Batak.

Perang Batak atau perang Tapanuli atau perang Si Singa Mangaraja dimulai dari tahun 1878 – 1907 yang terjadi selama 29 tahun. Perang batak ini terjadi disebabkan kedatangan bangsa Belanda ke Batak. Daerah Batak ini terletak di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, Batak merupakan sebuah daerah yang tentram dan damai karena terhindar dari pertentangan dan ketegangan dan juga masyarakat disekitar  ini percaya kepada pemimpin mereka yang akan menjaga kesalamatan mereka semuanya.

Pada saat perang raja yang memimpin Batak adalah Sisingamangaraja XII yang memiliki nama asli Pantuan Besar Ompu Pulo Batu. Agama yang dianut oleh Sisingamangaraja XII adalah agama asli Batak. Namun sudah sejak zaman Belanda terdengar isu bahwa menjelang tahun 1880-an Sisingamangaraja memeluk agama Islam. Ia lahir di Bakkara, Batak, Sumatra Utara, 17 Juni 1849. Ayah dan Ibunya bernama Sisingamangaraja XI (Ompu Sohahuaon) dan Boru Situmorang. Ayahnya wafat pada tahun 1876, sehingga Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi penerus ayahnya di usia yang baru 19 tahun. Gelarnya adalah Sisingamangaraja XII. Sisingamangaraja berasal dari tiga kata, yaitu ‘si’, ‘singa’, dan ‘mangaraja’. ‘Si’ adalah kata sapaan, ‘singa’ merupakan bahasa Batak yang berarti bentuk rumah Baka, sedangkan ‘mangaraja’ sama maksudnya dengan kata ‘maharaja’. Jadi Sisingamangaraja berarti Maharaja orang Batak.

Faktor-Faktor penyebab terjadinya Perang Batak

  • Sebab umum.
  1. Adanya tantangan raja Batak Batak yang masih menganut agama Batak kuno (Animisme dinamisme) atas penyebaran agama Kristen di Batak.
  2. Adanya siasat Belanda dengan menggunakan gerakan Zending untuk menguasai daerah Batak.
  • Sebab Khusus.

kemarahan Sisingamangaraja atas penempatan pasukan Belanda di Tarutung dan hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *