Peranan Coelenterata dalam Kehidupan Manusia

Coelenterata adalah organisme dengan tubuh Dipoblastik dengan dua lapisan sel, lapisan luar disebut ektoderm atau epidermis dan lapisan dalam yang dikenal sebagai endoderm atau gastrodermis.

Peranan Coelenterata yang menguntungkan dan merugikan

1. Pertumbuhan batu karang di pantai dapat menahan abrasi daratan oleh ombak.
2. tempat perkembangbiakan biota laut, bahkan pembentuk taman laut yang sangat penting bagi pengembangan objek wisata bahari.
3. Penduduk sekitar pantai biasanya memanfaatkan karang laut sebagai cinderamata, pembuatan taman, atau mengambil batu karang sebagai bahan bangunan.
4. Coelenterata dari kelas Anthozoa merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan hewan laut lainnya.

5. Beberapa jenis ubur-ubur (jellyfish) yang tidak beracun dapat dikonsumsi dan diperdagangkan sebagai ubur-ubur asin.
6. Kerangka luar beberapa jenis Coelenterata dapat digunakan sebagai hiasan akuarium, misalnya Corallium rubrum (koral merah), Fungia actiniformis (karang piring), Paramuricea (akar bahar), dan Favia speciosa (karang otak).
7. Ubur-ubur sering dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik.
8. Ada juga jenis Anthozoa yang membentuk rangka dari zat tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes) yang kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang.

9. Pertumbuhan yang berlebih di laut lepas dapat menyebabkan pendangkalan air laut yang mengganggu dan membahayakan pelayaran kapal.
10. Sengat yang dihasilkan oleh hewan Hydrozoa mengganggu kenyamanan dan keamanan para penyelam.

Selanjutnya Karakteristik umum dan reproduksi Coelenterata 

.

Filum Coelenterata memiliki karakteristik pembukaan tunggal ke dalam tubuh yang bertindak baik sebagai mulut dan anus yang berfungsi dalam mengambil makanan dan mengeluarkan limbah. Coelenterata mengandung rongga tubuh yang dikenal sebagai coelenteron, di mana pencernaan makanan terjadi. Nama Coelenterata untuk hewan-hewan ini dicetuskan karena karakter ini.

  1. Cnidaria dari kelas Anthozoa merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan hewan laut lainnya. Ekosistem terumbu karang dapat dijadikan sebagai objek wisata maritim dan berfungsi mencegah terjadinya erosi pantai.
  2. Beberapa jenis ubur-ubur (jellyfish) yang tidak beracun dapat dikonsumsi dan diperdagangkan sebagai ubur ubur asin. Ubur-ubur asin di Jepang disebut “kurage”, yang dimakan sebagai teman minum teh. Ubur-ubur asin juga dapat dimakan sebagai campuran asinan, salad, mie, acar, dan gulai.
  3. Kerangka luar beberapa jenis Cnidaria dapat digunakan sebagai hiasan akuarium, misalnya Corallium rubrum (koral merah), karang piring (Fungia actiniformis), akar bahar (Paramuricea), karang otak (Favia speciosa), dan karang kuku (Euphyllia fimbriata).
  4. Untuk melindungi pantai dari hantaman gelombang laut
  5. Tempat berkembangbiak berbagai jenis ikan
  6. Ada yang dipakai sebagai perhiasan, misalnya akar bahar dan koral
  7. Ada yang dipakai sebagai bahan kapur, misalnya batu karang
  8. Sebagai taman laut untuk rekreasi

Ciri-ciri umum

  1. Hewan bersel banyak (multiseluler)
  2. Tubuh radial simetris (2 lapis sel), ektoderm dan endoderm. Diantaranya ada rongga (mesoglea)
  3. Bentuk seperti tabung (polip) dan seperti mangkok (medusa)
  4. Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak. Tentakel punya sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
  5. Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan
  6. Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali Anthozoa dan Sifonoglia
  7. Sistem saraf difus (baur)
  8. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan generatif pada fase medusa

Sifat dan ciri khusus

  • Umumnya hidup di daerah perairan laut.
  • Memiliki system saraf tersebar atau diffus.
  • Tidak mempunyai sistem pernapasan, eksresi, dan sistem peredaran darah.
  • Dalam kehidupannya atau dalam daur hidupnya memiliki atau mengalami dua bentuk tubuh (dimorfisme), yaitu polip dan medusa.
  • Tipe nutrisi holozoik dan saprozoik.
  • Reproduksi dengan cara generatif dan vegetatif.
  • Tubuh diorganisasi dalam tingkat jaringan.

Cara Makan

  • Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-pertikel organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan menge-nai sel knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik akan lemas lalu tentakel membawanya ke mulut.
  • Di bawah mulut terdapat kerong-kongan pendek lalu masuk ke rongga gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel). Sel-sel endoderma menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan melalui mulut.

Reproduksi

1. ASEKSUAL (VEGETATIF)

  • Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu menjadi koloni

2. SEKSUAL (GENERATIF)

  • Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan.

Klasifikasi

Kelas Hydrozoa
memiliki ciri-ciri :

Bentuk tubuhnya seperti ular air.
Hidup di air tawar secara polip maupun medusa.
Contoh yang umum dari kelas ini adalah Hydra sp.
Hydra
Bergerak dengan cara melekukkan badannya seperti ulat jengkal.
Pencernaan makanan dengan cara ekstraseluler di dalam rongga gastrovaskuler, dan intraselluler di dalam vakuola sel gastrodermis.
Reproduksi secara vegetatif: membentuk tunas, dan generatif: peleburan antara sperma dan ovum.
Bentuk tubuh seperti silinder yang mulutnya terletak pada bagian atas tubuhnya yang dinamakan hypostom.

Kelas Scypozoa

Scypozoa berasal dari kata

scyphos = mangkuk, dan zoon = hewan

Ciri-cirinya:

  1. Bentuk tubuh seperti mangkuk.
  2. Hidup di laut.
  3. Bagian tepi tubuhnya dikelilingi oleh tentakel.
  4. Disekitar mulutnya terdapat empat lengan yang dilengkapi oleh nematikist.
  5. Alat pencernaannya berupa saluran bercabang.
  6. Sistem sarafnya berupa anyaman.
  7. Contoh yang umum di Indonesia, adalah Aurelia sp. dan Obelia sp.

Kelas Anthozoa

Anthozoa berasal dari kata:

anthos = bunga, dan zoon = binatang

Ciri-cirinya:

  1. Seluruhnya hidup di laut.
  2. Contoh speciesnya diantaranya : Achrophora sp., Meandrina sp., Fungia sp. Fevia sp.
  3. Yang paling umum dipelajari adalah anemon laut dan koral.
  4. Anemon laut ukuran tubuhnya ada yang besar ada yang kecil.
  • Spesies Coral sp                                              
  • spesies Madreporaria sp

Spesialisasi spesies

Spesies: koral

Calcigorgia spiculifera

Anggota dari ordo Medreporaria adalah binatang karang.

Ciri-cirinya:

  1. Tumbuh membentuk masa yang kaku dan kuat
  2. Menjadi tempat hidup diantara beberapa jenis hewan lain
  3. Organisme koral mirip dengan polip anemon laut, hanya ukurannya jauh lebuh kecil,
  4. Memiliki tentakel
  5. Sedikit berotot,
  6. Tidak memiliki pedal disk.
  7. Generasi dari koloni polip-polip ini menghasilkan karang kapur.

Spesies: Anemonia viridis (Anemon Laut)

Ciri-ciri:

  1. Tubuh silinder dan pendek.
  2. Pada permukaan atas di sekitar permukaan mulut terdapat tentakel .
  3. Bagian dasar berfungsi untuk melekatkan diri pada substrat.
  4. Makanan anemon laut berupa Mollusca, Crustaceae, dan Invertenrata lainnya.
  5. Alat reproduksinya berumah dua dengan fertilisasi eksternal.

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *