17 Perbedaan Eksotoksin dan Endotoksin

Banyak bakteri menghasilkan racun, enzim dan pigmen. Racun dan enzim memainkan peran penting dalam patogenitas. Racun ada dua jenis: Eksotoksin biasanya merupakan protein labil panas yang disekresikan oleh spesies bakteri tertentu yang berdifusi ke dalam media di sekitarnya. Endotoksin adalah kompleks protein lipopolisakarida stabil panas yang membentuk komponen struktural dinding sel Bakteri Gram Negatif dan dibebaskan hanya pada lisis sel atau kematian bakteri.

Apa itu Eksotoksin?

Mereka adalah protein labil panas yang dikeluarkan oleh beberapa spesies bakteri. Eksotoksin berdifusi ke dalam media di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan pada inang dengan mengganggu fungsi normal sel atau dengan secara langsung menghancurkan sel. Eksotoksin sangat berbahaya sejauh mereka dapat menyebabkan kerusakan parah pada host.

Ada banyak jenis eksotoksin tetapi yang paling umum adalah:

  • Racun botulinum
  • Enterotoksin
  • Kolera Toksin
  • Toksin Difteri
  • Tetanospasmin

Apa itu Endotoksin?

Mereka adalah protein stabil panas (lipopolysaccharide) yang membentuk komponen struktural dari dinding bakteri gram negatif. Mereka dibebaskan pada lisis sel atau ketika mikroorganisme mati. Endotoksin adalah pirogen; yang merupakan agen penyebab demam.

Endotoksin dikategorikan sebagai LPS atau lipopolisakarida. Mereka mengandung asam lemak dan fosfat disakarida. Mereka juga mengandung antigen O dan polisakarida inti. Aktivitas endotoksin mereka disebabkan oleh lipid Sebagian lipopolisakarida.

Komponen lipid A tidak menyebabkan kerusakan pada jaringan. Namun, sistem kekebalan tubuh melihatnya sebagai indikator bahwa ada keberadaan mikroorganisme yang berbahaya. Jadi, sistem kekebalan tubuh akan melakukan yang terbaik untuk menyingkirkan penyusup. Ini adalah cara sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh.

Tabel perbandingan antara Eksotoksin dan Endotoksin

No Eksotoksin Endotoksin
1 Diekskresikan oleh organisme, sel hidup Endotoksin adalah Bagian integral dari dinding sel
2 Ditemukan dalam bakteri Gram positif dan Gram Negatif Endotoksin Ditemukan sebagian besar dalam Bakteri Gram Negatif
3 Eksotoksin adalah polipeptida Endotoksin adalah kompleks lipopolysaccharide.
4 Eksotoksin Relatif tidak stabil, panas labil (60 ° C) Endotoksin Relatif stabil, tahan panas
5 Eksotoksin Sangat antigenik Imunogenik Endotoksin yang lemah
6 Toksoid bisa dibuat gila dengan mengobati dengan formalin Toksoid tidak bisa dibuat
7 Eksotoksin Sangat toksik, fatal dalam jumlah μg Endotoksin Cukup beracun
8 Eksotoksin Biasanya berikatan dengan reseptor spesifik Reseptor spesifik Endotoksin tidak ditemukan
9 Eksotoksin Biasanya tidak pirogenik, spesifik toksin Demam dengan induksi produksi interleukin 1 (IL-1), Shock
10 Eksotoksin Terletak di gen ekstrachromosomal (mis., Plasmid) Endotoksin Terletak di gen kromosom
11 Eksotoksin Dapat disaring Tidak
12 Eksotoksin Tidak memiliki aktivitas enzimatik Endotoksin Sebagian besar aktivitas enzimatik
13 Eksotoksin Berat molekulnya adalah 10KDa Endotoksin Berat molekulnya adalah 50-1000KDa
14 Eksotoksin saat mendidih itu menjadi didenaturasi. Endotoksin Mendidih tidak bisa didenaturasi.
15 Eksotoksin Terdeteksi oleh banyak tes (netralisasi, curah hujan, dll) Endotoksin Dideteksi dengan uji Limulus lysate
16 Contoh Eksotoksin: Racun yang diproduksi oleh Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Streptococcus pyogenes, Bacillus anthrcis (Alfa-toksin, juga dikenal sebagai alpha-hemolysin (Hla)) Contoh Endotoksin: Racun yang diproduksi oleh E.coli, Salmonella Typhi, Shigella, Vibrio cholera (Cholera toxin – juga dikenal sebagai choleragen)
17 Penyakit: Tetanus, difteri, botulisme Penyakit: Meningococcemia, sepsis oleh batang negatif gram
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *