Perbedaan Karat dengan Korosi

Mengambil contoh manusia. Dia ada saat ia dikandung oleh ibunya, dan kemudian ia lahir ke dunia dan tumbuh menjadi seorang anak, remaja, dan orang dewasa. Setelah beberapa waktu ia akan menjadi tua, dan fungsi tubuhnya akan hancur. Seiring waktu, tubuhnya tidak akan lagi dapat melanjutkan dan ia akan mati.

Sama seperti makhluk hidup, bahkan bahan non-hidup hancur oleh waktu. Hal ini mungkin disebabkan oleh reaksi kimia atau reaksi alami untuk unsur-unsur di lingkungan. Karat dan korosi adalah dua proses yang menyebabkan disintegrasi bahan.

Perbedaan Karat dengan Korosi

Karat (rust) tentu saja adalah sebutan yang belakangan ini hanya dikhususkan bagi korosi pada besi, sedangkan korosi adalah gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam. Walaupun besi bukan logam pertama yang dimanfaatkan oleh manusia, tidak perlu diingkari bahwa logam itu paling banyak digunakan, dan karena itu yang paling awal menimbulkan masalah korosi serius. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sinonim.

Karat pada dasarnya adalah sebuah proses kimia elektronik pada bahan metal. Faktor-faktor yang memicu terjadinya karat adalah air dan elektron bebas, karena itu karat sering disebut sebagai pertemuan antara besi atau baja dengan air dan elektron bebas. Tanpa salah satu faktor tersebut, karat tidak akan timbul. Proses terjadinya karat akan dipercepat dengan keberadaan garam.

Terjadinya karat diawali dengan terkelupasnya cat karena percikan kerikil atau batu. Dengan adanya kontak permukaan logam ke udara terbuka yang tidak terdeteksi, karat akan timbul pada area tersebut.

Karat mungkin timbul pada sambungan rangka kendaraan yang retak ataupun pada bagian bodi kendaraan yang lapisan antikaratnya sudah mengelupas. Kendaraan yang kesehariannya dekat dengan pabrik juga berisiko terkena karat. Alasannya, karat terjadi melalui pertukaran elektron.

Berikut adalah beberapa perbedaan korosi dan karat diantaranya:

  • Berkarat adalah jenis korosi.
  • Ketika besi atau bahan yang mengandung zat besi menjalani korosi, itu dikenal sebagai karat.
  • Berkarat menghasilkan serangkaian oksida besi, sedangkan korosi dapat menghasilkan garam atau oksida logam.

Untuk mengatasinya yaitu dengan mencegah terjadinya pertukaran elektron pada metal kendaraan. Berbagai teknologi dikembangkan untuk mencegah terjadinya karat. Untuk kendaraan baru, umumnya pabrikan sudah memberikan antikarat.
Selain itu, material yang digunakan untuk kendaraan juga sudah mengalami proses tertentu agar lebih tahan terhadap terjadinya karat. “Semua produk baru sudah disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia, termasuk pertimbangan masalah cuaca kemarau dan hujan,

kr

Korosi Sebagai Reaksi Kimia dan Elektrokimia

Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. Contohnya, logam besi di alam bebas dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).

Setiap Reaksi Menyerap Elektron.

Reaksi yang paling dominan tergantung pada variabel lingkungan elektrolit, seperti suhu dan kosentrasi. Tentu saja agar reaksi pertama dapat berlangsung harus ada ion logam.
Selain itu, bila kosentrasi ion logam meningkat, ion-ion tersebut akan menggunakan lebih banyak elektron daripada katoda. Hal ini akan penting bila kita membahas akan membahas sel kosentrasi.

Penyebab Korosi

Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *