Perbedaan Kepala Desa dan Lurah

Telah kita ketahui sebelumnya, bahwa kepala desa dan lurah memimpin wilayah yang berbeda. Kepala desa adalah sebutan untuk pemimpin desa, sementara itu lurah memiliki fungsi sebagai pemimpin kelurahan. Meski demikian, keduanya memiliki beberapa kesamaan fungsi sebagai pemimpin wilayah.

Status kepegawaian administratif antara kepala desa dan lurah pun berbeda. Kepala desa bersama perangkat desa lainnya bukan merupakan pegawai negeri. Umumnya mereka bekerja secara swadaya masyarakat. Sementara itu, lurah dengan staf-staf lainnya merupakan pegawai negeri yang digaji menggunakan APBD kabupaten kota yang disusun mengikuti asas penyusunan APBD.

Perbedaan mendasar lainnya antara kepala desa dan lurah terletak pada proses atau cara pemilihannya. Kepala desa dipilih dan diangkat sesuai dengan pemilihan demokratis rakyat di desa tersebut. Cara pemilihannya pun tergantung adat dan budaya setempat sehingga prosesnya bisa bervariasi di setiap wilayah desa. Sementara itu, lurah dipilih dan diangkat langsung oleh walikota atau bupati.

Masa jabatan yang berlaku bagi kepala desa dan lurah juga berbeda. Karena kepala desa dipilih oleh rakyat, umumnya masa jabatan hanya berlaku selama 5 hingga 6 tahun dan bisa diperpanjang hingga 2 atau 3 periode jabatan. Berbeda dengan kepala desa, lurah menjabat tanpa batas waktu tertentu, tergantung keputusan bupati atau walikota yang menunjuknya. Masa jabatan lurah hanya dibatasi oleh masa pensiun pegawai negeri sipil, yaitu hingga usia 55 tahun.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *