Perbedaan Reaksi Reduksi dan Oksidasi

Oksidasi dan reduksi dua jenis reaksi kimia yang sering bekerja sama. Oksidasi dan reduksi reaksi yang melibatkan pertukaran elektron antara reaktan. Bagi sebagian banyak siswa, yang masih kebingungan ketika mencoba untuk mengidentifikasi reaktan dioksidasi dan reaktan reduksi berikut adalah uraian tentang perbedaan reaksi reduksi dan oksidasi semoga bermanfaat!

Berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen

Reaksi oksidasi adalah peristiwa penggabungan oksigen oleh suatu zat. Contoh : reaksi oksidasi pada perkaratan besi, yaitu bergabunganya oksigen dan besi .
4Fe (s) + 3O2 (g) → 2Fe2O3

Dalam reaksi ini besi (Fe) mengikat oksigen berarti besi dioksidasi. Zat yang mengalami oksidasi atau zat yang mereduksi zat lain disebut reduktor.
Contoh reaksi oksidasi lainnya : C (s) + O2 (g) → CO2 (g)

Reaksi reduksi adalah peristiwa pelepasan atau pengurangan oksigen dari suatu zat.
Contoh : reduksi gas SO3 dengan reaksi : 2 SO3 (g) → 2SO2 (g) + O2 (g)
Pada reaksi tersebut, SO3 mengalami pengurangan jumlah oksigen yang terkait. Zat yang mengalami reduksi atau zat yang mengoksida zat lain disebut oksidator.

Berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron

Reaksi oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron.
Contoh : oksidasi Fe menjadi Fe3+ dengan reaksi : Fe → Fe3+ + 3e dimana Fe melepaskan elektron menjadi ion Fe3+ . Reduktor adalah pelepasan elektron.

Reaksi reduksi adalah peristiwa penerima elektron.
Contoh : reduksi Cl2 menjadi Cl dengan reaksi: Cl2 + 2e → 2Cl
Dimana Cl2 menangkap elektron menjadi ion Cl. Oksidator adalah pengikat elektron.

Berdasarkan  peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks)

Reaksi oksidasi adalah peristiwa kenaikan bilangan oksidasi suatu unsur.
Contoh: Fe → Fe3+ + 3e : biloks Fe berubah dari 0 menjadi 3 (kenaikan biloks)

Reaksi reduksi adalah peristiwa penurunan bilangan oksidasi suatu unsur.
Contoh: Cl2 + 2e → 2Cl : biloks Cl berubah dari 0 menjadi -1 (penurunan biloks)

Loading...