Pengertian Reproduksi Seksual dan tahapannya

Bagaimana menurut Anda generasi berlanjut di bumi? Bagaimana anjing melahirkan anak anjing? Lebih penting lagi, bagaimana Anda mendapatkan hidup Anda? Iya! Ini adalah proses reproduksi. Dalam artikel ini, kita akan belajar lebih banyak tentang reproduksi seksual. Ini adalah proses yang kita ikuti umat manusia. Sebelum kita masuk ke perinciannya, pertama-tama kita akan melihat apa itu reproduksi!

Apa itu reproduksi?

Reproduksi adalah proses kehidupan yang memungkinkan suatu organisme untuk mereproduksi keturunannya sendiri. Dengan demikian, mereka melanjutkan spesies mereka tanpa punah. Reproduksi dapat terjadi dengan partisipasi orang tua tunggal atau dua orang tua. Berdasarkan ini, kita dapat mengklasifikasikan reproduksi menjadi dua jenis.

  • Reproduksi aseksual: Suatu jenis reproduksi di mana orang tua tunggal dibagi dengan sendirinya dan mereproduksi keturunannya.
  • Reproduksi seksual: Suatu proses di mana dua orang tua berpartisipasi dalam menghasilkan keturunan mereka.

Mari kita pelajari tentang reproduksi seksual dalam tulisan ini. Kita akan berbicara tentang reproduksi aseksual di artikel lain.

Reproduksi seksual

Reproduksi seksual adalah cara reproduksi alami pada manusia, hewan dan sebagian besar tumbuhan juga memilih untuk bereproduksi secara seksual. Jenis reproduksi ini lebih kompleks dan panjang dibandingkan dengan reproduksi aseksual. Apalagi bereproduksi secara seksual memberi manfaat variasi dan keturunan yang unik. Reproduksi seksual terdiri dari serangkaian peristiwa. Kami dapat membaginya menjadi tiga tahap: Pra-pembuahan, Pemupukan, dan Pasca-pembuahan.

Tahapan Reproduksi Seksual

Di bawah ini, kita akan membahas berbagai tahap reproduksi seksual.

1) Pra-pembuahan

Tahap ini melibatkan peristiwa sebelum pembuahan. Pembentukan gamet (gametogenesis) dan transfer gamet adalah dua proses yang berlangsung selama tahap ini. Gamet adalah sel seks yang bersifat haploid (23 kromosom) dan berbeda pada pria dan wanita.

Gamet jantan disebut sperma sedangkan gamet betina disebut ovum atau telur. Dalam setiap organisme, gamet ini terbentuk dalam struktur khusus. Karena gamet betina tidak bergerak, gamet jantan perlu ditransfer untuk pembuahan. Pada tumbuhan, ini adalah pra-fertilisasi yang terjadi melalui penyerbukan. Hewan biasa mentransfer gamet melalui hubungan seksual.

2) Fertilisasi

Proses di mana gamet jantan dan betina haploid bertemu dan bergabung bersama untuk membentuk zigot adalah pembuahan atau singami. Ini dapat terjadi di luar tubuh yang dikenal sebagai fertilisasi eksternal atau di dalam tubuh yang dikenal sebagai fertilisasi internal.

3) Pasca fertilisasi

Pemupukan menghasilkan pembentukan zigot diploid. Akhirnya, zigot membelah secara mitosis dan berkembang menjadi embrio. Proses ini disebut embriogenesis. Selama embriogenesis, sel berdiferensiasi dan memodifikasi sesuai. Pengembangan zigot tergantung pada organisme dan siklus hidupnya.

Hewan diklasifikasikan menjadi ovipar dan vivipar berdasarkan apakah zigot berkembang di luar atau di dalam tubuh masing-masing. Pada angiospermae, zigot berkembang menjadi ovarium dan ovarium berubah menjadi buah sementara ovula berkembang menjadi biji.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com