Prinsip Archimedes pada tekanan hidrostatik

Tekanan hidrostatik adalah yang dihasilkan oleh fluida saat diam, tidak seperti tekanan fluida yang bergerak, disebut tekanan hidrodinamik. Ini adalah sifat yang sangat penting di dunia, karena sebagian besar bumi terdiri dari materi dalam keadaan cair.

Tekanan ini ada karena berat cairan saat diam. Cairan apa pun yang terletak di wadah menghasilkan tekanan di bagian bawah dan tepi yang mengandungnya.

Apa itu tekanan hidrostatiknya

Tekanan ini adalah tekanan yang dihasilkan di dalam massa atau benda apa pun dalam keadaan cair yang disebabkan oleh berat cairan dalam benda yang terendam. Salah satu cara untuk menyatakan tekanan tersebut dalam rumus dengan mengevaluasi tekanan cairan pada benda yang terendam, pada ketinggian fluida tertentu.

Tekanan hidrostatik cairan dalam wadahnya menyebabkan gaya tegak lurus terhadap tepi atau dinding wadah tersebut, terlepas dari arah yang diarahkan. Tekanan ini akan tergantung pada massa jenis dan tinggi fluida atau cairan dengan mengacu pada titik di mana itu sedang diukur.

Apa itu fluida?

Komponen mendasar dalam pengukuran tekanan hidrostatik adalah fluida. Fluida dapat didefinisikan sebagai zat dengan kemampuan mengalir atau berlari. Ini dapat dibagi menjadi cairan atau gas, yang berbeda dengan kepadatannya atau massa jenisnya. Kepadatan dihitung dengan membagi nilai massa benda dengan volume yang ditempati benda itu.

Perbedaan antara cairan dan gas

Penting untuk menekankan bahwa gas biasanya cenderung menempati seluruh volume wadah di mana mereka berada, sedangkan cairan dicetak ke wadah tetapi tidak menutupi seluruh volumenya.

Selain itu, gas lebih mudah untuk dihitung, karena diketahui bahwa volume dan kepadatannya bervariasi tergantung pada tekanannya.

Di sisi lain, cairan tidak mudah dipahami, karena volume dan densitasnya konstan pada suhu tertentu.

Prinsip Archimedes dan tekanan hidrostatik

Archimedes dari Syracuse adalah seorang ahli matematika, ahli fisika, astronom dan penemu Yunani yang dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah klasik.

Ini terkenal di dunia karena telah merancang mesin inovatif seperti sekrup Archimedes dan senjata pengepungan. Adapun dunia rujukan fisik, Archimedes memfokuskan studinya ke arah hidrostatik.

Prinsip Archimedes, juga dikenal sebagai hukum hidrostatik, menyatakan bahwa “benda yang secara total atau sebagian terendam dalam fluida saat diam, mengalami dorongan vertikal dan ke atas yang sama dengan berat massa volume cairan yang dikeluarkannya.”

Ini berarti bahwa setiap benda yang direndam seluruhnya atau sebagian dalam cairan statis, akan merasakan tekanan dengan gaya yang sama dengan berat volume cairan yang telah dipindahkan oleh tubuh yang sama.

Sejauh menyangkut tekanan hidrostatik, dapat dikatakan bahwa pada kedalaman tertentu, tekanan tersebut akan sama dengan hasil kali dari massa jenis fluida dengan percepatan gravitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *