Prinsip Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Ahli biologi juga mengklasifikasikan organisme ke dalam kategori yang berbeda terutama dengan menilai derajat kesamaan yang jelas dan perbedaan yang dapat mereka lihat. Asumsinya adalah semakin besar tingkat kesamaan fisik, semakin dekat hubungan biologis. Saat menemukan organisme yang diketahui, peneliti mulai klasifikasi mereka dengan mencari ciri-ciri anatomi yang tampaknya memiliki fungsi yang sama seperti yang ditemukan pada spesies lain.

Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah ada atau tidak kesamaan yang disebabkan oleh perkembangan evolusi independen atau keturunan dari satu nenek moyang. Jika yang terakhir ini terjadi, maka dua spesies mungkin terkait erat dan harus diklasifikasikan ke dalam kategori biologis yang sama atau dekat.

Klasifikasi Makhluk Hidup menurut Homologi.

Ciri anatomi, organisme yang berbeda, yang memiliki penampilan atau fungsi yang sama karena mereka mewarisi dari nenek moyang yang sama yang juga memiliki mereka. Misalnya, tubuh depan beruang, sayap burung, dan lengan Anda memiliki jenis fungsional yang sama seperti yang dilakukan nenek moyang tulang reptil dengan kita.

Oleh karena itu, tulang merupakan struktur homolog. Semakin banyak homologi dua organisme miliki, semakin besar kemungkinan bahwa mereka memiliki hubungan genetik dekat.

Ada juga kesamaan dapat nonhomolog struktural antara spesies. Dalam kasus ini, nenek moyang tidak memiliki struktur anatomi yang sama dengan keturunannya. Sebaliknya, kesamaan karena perkembangan independen dalam garis evolusi sekarang terpisah. Kesamaan menyesatkan seperti ini disebut homoplasies. Struktur Homoplastic dapat menjadi hasil dari paralelisme, konvergensi, atau kebetulan belaka.

Homologi
Semakin banyak homologi dua organisme miliki, semakin besar kemungkinan bahwa mereka memiliki hubungan genetik dekat

Klasifikasi Makhluk Hidup menurut Paralelisme,

atau evolusi paralel, merupakan perkembangan evolusi yang sama pada baris spesies yang berbeda setelah perbedaan dari satu nenek moyang yang tidak memiliki karakteristik tetapi tidak memiliki fitur anatomi awal yang mengarah ke sana. Misalnya, beberapa monyet Amerika Selatan dan Afrika berevolusi ukuran tubuh relatif besar independen satu sama lain. Nenek moyang mereka adalah monyet jauh lebih kecil tetapi sebaliknya mengingatkan pada spesies keturunan nanti. Rupanya, alam memilih untuk tubuh monyet yang lebih besar di kedua benua selama 30 juta tahun terakhir.

Paralelisme
evolusi paralel, merupakan perkembangan evolusi yang sama pada baris spesies yang berbeda setelah perbedaan dari satu nenek moyang yang tidak memiliki karakteristik tetapi tidak memiliki fitur anatomi awal yang mengarah ke sana

Klasifikasi Makhluk Hidup menurut Konvergensi, atau evolusi konvergen

Adalah pengembangan dari fitur anatomi yang serupa di garis spesies yang berbeda setelah perbedaan dari satu nenek moyang yang tidak memiliki sifat awal yang mengarah ke sana. Para nenek moyang biasanya lebih lama dalam waktu daripada halnya dengan paralelisme. Penampilan dan perilaku serupa serigala pemangsa Amerika Utara dan serigala Tasmania (harimau Tasmania) adalah contohnya. Yang pertama adalah mamalia plasenta seperti manusia dan yang terakhir adalah hewan berkantung Australia seperti kanguru. Nenek moyang mereka hidup pada jaman dinosaurus 125 juta tahun yang lalu dan sangat berbeda dari keturunan ini sekarang. Pada kenyataannya, ada beberapa marsupial Australia lain adalah contoh mencolok dari evolusi konvergen dengan mamalia plasenta di tempat lain.

evolusi konvergen
Evolusi konvergen adalah proses di mana dua spesies memperoleh fitur serupa secara independen dari satu sama lain

Analogi

adalah fitur anatomi yang memiliki bentuk yang sama atau fungsi pada spesies yang berbeda yang tidak memiliki atau nenek moyang yang dikenal. Misalnya, sayap seekor burung dan kupu-kupu adalah struktur analog karena mereka terlihat serupa dalam bentuk dan fungsi. Namun, sayap mereka sangat berbeda di bagian dalam. Sayap burung memiliki kerangka internal yang terdiri dari tulang, sementara sayap kupu-kupu tidak memiliki tulang sama sekali dan tetap kaku sebagian besar dilewati tekanan fluida. Analogi mungkin karena homologi atau homoplasies, tetapi nenek moyang, jika ada, tidak diketahui.

evolusi analogi
Analogi adalah fitur anatomi yang memiliki bentuk yang sama atau fungsi pada spesies yang berbeda yang tidak memiliki atau dikenal nenek moyang

Sistem klasifikasi makhluk hidup selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Ada beberapa sistem yang pernah digunakan secara internasional, yaitu sistem dua kingdom, sitem yiga kingdom, sistem empat kingdom, sistem lima kingom, sistem enam kingdom, sistem tujuh kingdom, sistem delapan kigdom, dan sistem tiga domain.

  1. Sistem Dua Kingdom

Klasifikasi sistem dua kingdom dikemukakan oleh Aristoteles. Sistem klasifikasi ni membagi organisme dibumi ini menjadi dua kelompok besar (kingdom), yaitu Plantae dan Animalia.

  1. Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi sistem tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1866, setelah ditemukannya mikroskop cahaya untuk mengungkap adanya organisme uniseluler (bersel satu). Sistem klasifikasi ini membagi organise dibumi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Protista , Plantae, dan Animalia.

  1. Sistem Empat Kingdom

Klasifikasi empat kingdom dikemukakan oleh Herbert Copeland; sejak ditemukanna mikroskop elektron untuk mengungkap struktur ultramikroskopik sel, misalnya ada atau tidak adanya membra inti disebut prokrioa, sedangkan organisme yang membran inti disebut eukariota. Sistem klasifikasi ini membagi organisme dibumi menjadi empat kelompok besar, yaitu Monera, Protista, da Animalia.

  1. Sistem Lima Kingdom

Klasifikasi sistem lima kingdom dikemukakan oleh R.H. Whittaker pada tahun 1969. Dasar klasifikasi yang digunakan, yaitu ciri struktur sel dan cara memperoleh makannannya. Jamur dipisahkan dari kingdim plantae, dengan alasan jamur tidak dapat membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, klasifikasi sistem lima kingdom terdiri atas Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

  1. Sistem Enam Kingdom

Klasifikasi sistem enam kingdom dikemukakan oleh Carl Woese pada tahun 1977, setelah ia menemukan adanya perbedaan pada kelompok prokariota (tidak memiliki membran inti sel) berdasarkan perbandingan RNA ribosom dan urutan lengkap genom pada species bakteri yang masih hidup. Woese mengelompokan prokariota menjadi dua kingdom, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria. Archaebacteria memiliki ciri utama yaitu dinding selnya tidak mengandung pertidoglikan dan dapat hidup dilingkungan yang ekstrim. Sedangkan Eubacteria memiliki dinding sel yang mengandung peptidoglikan, kecuali genus Chlamydia. Klasifikasi sistem enam kingdom terdiri atas Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

  1. Sistem Delapan Kingdom

Klasifikasi sistem delapan kingdom yang diajukan oleh Thomas Cavalier-Smith pada tahun 1993 membagi kingdom tunggal protista menjadi tiga kingdom, yaitu Archezoa, Protozoa, Chromista, Fungi, Plante dan Animalia.

  1. Sistem Tiga Domain

Domain adalah suatu tingkatan taksonomi di atas kingdom. Sistem tiga domain dikemukakan oleh Carl Woese dan beberapa ahli sistematika lainnya. Makhluk hidup dibagi menjadi tiga domain, yaitu Archaea, Bacteria dan Eukarya (Eukariota). Domain Eukariota terdiri atas Archezoa, Euglenozoa, Alveolata, Stramenopila, Rhodopita, Plantae, Fungi dan Animalia.

Klasifikasi makhluk hidup – merupakan aktivitas yang dijalankan guna mengelompokkan makhluk hidup. Pengelompokan ini berdasar kesamaan karakteristik atau perbedaan yang dijumpai di setiap makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup ini dijalankan dengan melihat karakteristik makhluk hidup secara umum sampai yang spesifik sekali dalam makhluk hidup.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Untuk mempelajari klasifikasi makhluk hidup ini yakni berasal dari ilmu taksonomi. Pada awalnya, ilmu taksonomi diprakarssai dari seorang ilmua swedia yang namananya C. Linnaeus. Menurutnya, kelompok makhluk hidup dikelompokkan jadi 2 kelompok, yaitu animalia/ hewan dan vegetabilia/ tumbuhan. Linnaeus memperkenalkan mengenai ciri makhluk hidup secara berurutan, yakni : tertinggi menuju terendah. Kingdom > filium/ hewan atau divisio/ tumbuhan > klass > ordo > familia > genus > spesies.

Untuk pemberian nama secara ilmiah dari makhluk hidup ni diambil pada nama genus serta spesies dalam klasifikasi makhluk hidup. Berikut adalah yang dipakai guna pemberian nama ilmiah makhluk hidup:

Nama ilmiah memakai bahasa latin :

  • Nama ilmia terdiri dari dua kata, yakni yang pertama ialah nama genus serta kata kedua yakni nama spesies.
  • Penulisan nama ilmiah ini ditulis menggunakan huruf cetak miring maupun digari bawah.
  • Huruf pertama dalam kata kedua atau nama spesies ini tidak memakai huruf kapital.
  • Contohnya seperti penulisan nama ilmiah pada tanaman pisang ialah musa paradisiaca maupun musa paradisiaca. Musa dalam nama ilmiah ini meruppakan nama genus, sementara paradisiaca merupakan nama spesies.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Mengapa makhluk hidup yang berada dibumi harus diklasifikasikan? Berikut ini adalah alasannya :

  • Untuk memudahkan proses mempelajari makhluk hidup
  • Mengetahui hubungan kekerabatan
  • Membedakan makhluk hidup satu dengan lainnya
  • Untuk menyederhanakan objek dari studi
  • Memberikan sebuah nama makhluk hidup yang memang belum diketahui namanya

Dasar-Dasar Pengelompokan Makhluk Hidup

Untuk menjalankan pengelompokan makhluk hidup ini ternyata tak hanya berdasarkan persamaan karakteristik saja, masih terdapat sejumlah kriteria yang dipakai untuk menjalankan klasifikasi makhluk hidup, antara lain :

1. Menurut kesamaan ciri

Dasar pertama ini menjadi pedoman mengelompokkan makhluk hidup yakni kesamaan ciiri. Contohnya ialah ayam dan elang masuk jenis aves. Klasifikasi ini menurut kesamaan ciri makhluk hidup yakni mempunyai bulu, paruh dan sayap.

2. Menurut perbedaan

Walaupun hewan satu ini dan lainnya masuk jenis yang sama tapi dapat menjadi 2 makhluk didalam satu jenis yang mempunyai perbedaan. Seperti antara ayam serta elang. Keduanya adalah pengelompokan hewan menurut jenis aves tapi keduanya mempunyai perbedaan segi jenis makanan yang telah dikonsumsi. Ayam merupakan jenis hewan herbivora sebab mengonsumsi tumbuhan, sementara elang merupakan hewan karnivora sebab mengonsumsi binatang.

3. Menurut ciri anatominya dan morfologinya

Untuk langkah awal yang dijalankan guna mengelompokkan makhluk hidup dijalankan melalui pengamatan ciri morfologinya, misalnya mengelompokkan sejumlah jenis tumbuhan menurut bentuk pohon, bentuk bunga, bentuk daun, warna bunga dan masih banyak lagi lainnya. Sejumlah makhluk hidup ini kemungkinan mempunyai struktur morfologi sama naun mmepunyai struktur anatomi berbeda maupun sebaliknya.

4. Menurut ciri biokimianya

Selain dari ciri morfologinya dan juga anatominya, pengklasifikasian makhluk hidup pun dapat dijalanan dengan cara melihat dari struktur biokimianya, misalnya kandungan enzim, jenis DNA dan jenis proteinnya. Ciri biokimia ini akan memberikan bantuan guna mengetahui hubungan kekerabatan diantara makhluk hiduo satu dan yang lainnya.

5. Menurut manfaatnya

Makhluk hidup yang beragam sangat banyak ini sudah pasti mempunyai manfaat berbeda-beda. Perbedaan inilah yang bisa dipakai menjadi dasar guna mengelompokkan makhluk hidup.

Tahapan-Tahapan Dalam Pengelompokkan Makhluk Hidup

Linneaus dianggap menjadi bapak taksonomi dunia dengan menyatakan tahapan yang bisa dijalankan melalui pendeskripsian kalasifikasi makhluk hidup yang dikelopokkan.

Tahap kedua ialah pengelompokkan. Tahap ini dengan mengklasifikasikan makhluk hidup melalui dasar ciri-ciri yang dipunyai makhluk hidup itu. Makhluk hidup dengan ciri sama akan masuk dalam satu kelompk sama dapat dapat disebut masuk dalam satu takson.

Menjalanan penanaman takson. Bila makhluk hidup telah dikelompokkan dalam takson-takson sejenis, berikutnya pemberian nama takson. Pemberian nama ini dijalankan guna mempermudah mengenali karakteristik kelompok makhluk hidup khusus.

Tingkatan klasifikasi makhluk hidup

Tingkatan klasifikasi pada makhluk hidup ini terdiri dari 7 tingkatan. Tingkatan klasifikasi makhluk hidup ini pertama kali dijalankan linneaus. Berikut penjelasannya :

  • Kingdom/ regnum. Ialah tingkatan paling tinggi dalam klasifikasi makhluk hidup.
  • Flum/ divisio. Ialah ciri umum dalam satu kingdom yang diklasifikasikan jadi filum dan ini bergantu karakteristik yang ditunjukkan.
  • Kelas. Tingkatan bawah filum/ diviso ialah pada kelas ini.
  • Ordo. Tingkatan ini kadang berakhiran ales, sementara hewan tak ada ciri tertentu dalam karakteristi penamanaan.
  • Famili/ keluarga. Famili ialah tingkatan takson yang berada di bawah ordo, kadang ada sebuah kelompok yang bersaudara dan mempunyai sejumlah kesamaan ciri.
  • Genus. Ialah zat kandungan atau nama hewan dan masih banyak lainnya.
  • Spesies/ jenis. Spesies ini adalah tingkatan paling rendah pada sistem klasifikasi makhluk hidup.

Nah, itu dia pembahasan tentang klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi ini bisa terjadi kapan saja dengan perubahan waktu yakni mengingat bahwa penemuan spesies baru ini masih sangat sering terjadi. Selain tersebut, penelitian mengenai beragam makhluk hidup pun akan terus dijalankan jadi perubahan pun dapat terjadi guna menyempurnakan pengetahuan. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat bermanfaat.