Reaksi Autoredoks (Disproporsionasi)

PengertianĀ Reaksi Autoredoks (Disproporsionasi)

Bagi kalian yang sudah menjalani masa pendidikan SMA dan mengambil jurusan IPA, pasti tahu tentang reaksi ini. Reaksi autoredoks adalah salah satu pembelajaran yang diperlajari dalam mata pelajaran Kimia. Akan tetapi, tidak semua orang yang sudah mengalami masa SMA tahu tentang hal ini. Nah, kali ini akan membahas tentang pengertian reaksi disproporsionasi atau sering disebut dengan autoredoks.

Namun, sebelumnya kita harus mengetahui lebih dalam lagi tentang pengertian reaksi. Karena ini perlu diketahui terlebih dahulu. Reaksi ini merupakan suatu bentuk tanggapan atau respons. Respons ini biasanya terjadi karena ada sesuatu hal yang menimbulkan aksi timbal balik. Aksi yang timbul pun juga beraenekaragam. Tergantung pada zat yang memacunya.

Sedangkan reaksi autoredoks atau disproporsionasi masuk ke dalam salah satu reaksi kimia. Reaksi kimia biasanya melibatkan banyak zat-zat kimia yang bisa dipadukan untuk membentuk suatu zat baru. Senyawa yang ikut ke dalam reaksi biasanya disebut dengan reaktan. Reaksi kimia biasanya secara otomatis diikuti dengan berbagai perubahan kimia.

Perubahan yang timbul juga akan melibatkan pergerakan dari elektron. Pergerakan elektron ini maupun sangatlah berperan penting baik dalam pemutusan suatu ikatan kimia maupun pembentukan suatu ikatan kimia yang baru. Reaksi Autoredoks atau Disproporsionasi ini juga termasuk dalam reaksi kimia. Reaksi Autoredoks merupakan reaksi suatu unsur yang mengalami oksidasi dan juga reduksi.

Reaksi Redoks (Disproporsionasi)
Reaksi Redoks (Disproporsionasi)

Tujuan dari hal ini adalah untuk bisa muncul dua produk yang memiliki unsur berbeda dari satu dengan yang lainnya. Dulunya, reaksi ini pertama kali dipelajari menggunakan tartrat. Yang melakukan hal ini yaitu Johan Gadolin. Penggunaannya pun ditemukan pada tahun 1788. Kemudian, di tahun 1937 ditemukanlah siklus asam nitrat oleh Hans Adolf Krebs.

Namanya sempat sangat melambung karena penemuan yang telah dilakukannya. Salah satu reaksi yang melibatkan asam piruvat yang ditemukan oleh Hans Adolf Krebs yaitu reaksi fermentasi. Dalam reaksi tersebut akan ada yang bertindak sebagai reduktor dan juga oksidator. Selain itu, ada juga salah satu unsur yang menjadi donor elektron dan juga akseptor elektron.

Loading...

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *