Reproduksi Mollusca

Moluska adalah hewan bertubuh lunak, tidak tersegmentasi, dengan tubuh terorganisir menjadi kaki berotot, kepala, massa visceral yang mengandung sebagian besar sistem organ, dan mantel berdaging yang mengeluarkan cangkang berkapur.

Filum Mollusca memiliki sekitar 100.000 spesies yang dideskripsikan dan berpotensi 100.000 spesies yang belum dideskripsikan (Strong et al., 2008). Ini dibagi di antara tujuh kelas (Ruppert et al., 2004) dan hadir di hampir setiap benua. Moluska air tawar diklasifikasikan menjadi gastropoda (siput dan “limpet” air tawar) dan beberapa kelompok bivalvia (kerang dan kerang) yang telah berulang kali menjajah air tawar.

Gastropoda memiliki cangkang univalve dan memiliki radula seperti file yang digunakan untuk memberi makan pada penutup perifiton dari batu atau tanaman. Kerang dan kerang memiliki cangkang kerang berengsel dan umumnya adalah suspensi dan / atau pengumpan simpanan.

Moluska adalah anggota filum mollusca. Mollusca telah berkembang di laut selama lebih dari 600 juta tahun dan ada lebih dari 100000 spesies mollusca. Filum mollusca termasuk siput kecil, cumi-cumi, gurita, kerang, tiram, dan cumi-cumi.

Mollusca dianggap sebagai yang paling cerdas dari spesies invertabrata. Studi tentang mollusca disebut Malakologi. Ada empat kelas utama dalam filum mollusca, gastropoda, bivalvia, Cephalopoda dan Polyplacophora.

Gastropoda termasuk keong dan siput. Moluska ini membentuk lebih dari sepertiga dari kelompok mollusca dan sebagian besar dengan cangkang spiral tunggal tetapi beberapa tidak memiliki cangkang.

Bivalvia meliputi kerang tiram dan kerang. Bivalvia memiliki dua cangkang identik yang berengsel bersama-sama. Cephalopodatermasuk gurita, cumi-cumi dan sotong dan tidak seperti kebanyakan mollusca mereka memiliki sistem peredaran darah tertutup.

Mollusca dibagi lagi menjadi kelompok tergantung pada jumlah tentakel dan mereka semua memiliki kemampuan untuk mengubah warna sehingga mudah bagi mereka untuk bersembunyi dari bahaya.

Polyplacophora termasuk kiton dan umumnya menjepit diri pada batuan dan permukaan lainnya. Mereka tidak memiliki mata atau tentakel. Mollusca memiliki tubuh yang lembut, tebal dan berdaging dan berkisar dari sangat kecil hingga sebesar enam meter.

Mollusca memiliki simetri bilateral yang berarti bahwa jika dipotong tengah dari anterior ke ujung posterior mereka akan sama di kedua sisi dan memiliki sefalisasi. Mollusca memiliki kerangka otot yang terdiri dari kulit terluar dan tubuh lembut dengan kaki berotot, mantel dan massa viseral.

Reproduksi Mollusca

Organ reproduksi mollusca yang terletak di massa viseral (lihat gambar cumi-cumi betina). Kedua bentuk reproduksi generatif sederhana dan sangat kompleks.

Telur terjadi pembuahan eksternal (kecuali sebagian milik kelas Cephalopoda), kadang-kadang dalam pemijahan (telur dan spermadalam jumlah besar dilepaskan ke air pada waktu yang sama). Mollusca adalah Protostomia, mereka mengalami pembelahan spiral dan memerlukan jenis kelamin terpisah untuk reproduksi.

Beberapa dapat hermafrodit, misalnya siput karena gerakan lambat, mereka memiliki kemampuan untuk mengubah jenis kelamin. Setelah sel telur dibuahi, ia menjadi larva, yang motil (dapat bergerak aktif). Ini disebut larva trokofor. Kemudian ini memanjang dalam tahap perkembangan berikutnya disebut larva veliger.

Reproduksi Mollusca
Reproduksi Mollusca

Larva mollusca paling mendasar adalah trokofor, yang planktonik dan memakan makanan partikel mengapung dengan menggunakan dua tali dari silia sekitar “ekuator” untuk menyapu makanan ke dalam mulut, yang menggunakan lebih silia untuk mengusir mereka ke dalam perut, dengan menggunakan silia lebih lanjut untuk mengusir sisa-sisa yang tidak tercerna melalui anus.

Jaringan baru tumbuh tumbuh pada pita dari mesoderm di bagian dalam, sehingga seberkas apikal dan anus didorong lebih lanjut saat binatang itu tumbuh. Akhirnya, larva tenggelam ke dasar laut dan bermetamorfosis menjadi bentuk dewasa. Sementara metamorfosis adalah keadaan yang biasa pada mollusca, dengan cumi berbeda menunjukkan perkembangan langsung: tukik adalah ‘miniatur’ bentuk dewasa.

Pengertian Hewan Mollusca

Mollusca merupakan kelompok hewan yang memiliki sifat tripoblastik slomata dan invertebrata yang memiliki tubuh lunak dan juga multiseluler. Istilah Mollusca berasal dari bahasa Yunani dari kata molluscus yang artinya lunak. Mollusca ini termasuk ke dalam hewan yang lunak baik dengan cangkang ataupun tanpa cangkang.

Pada saat ini, diperkirakan terdapat 75 ribu jenis, dengan ditambah 35 ribu jenis yang dalam bentuk posil. Molluska dapat hidup di air laut, air tawar, payau, dan darat. Habitat hewan Mollusca ini dapat berada di palung benua laut sampai dengan pegunungan yang tinggi, dan bahkan juga dapat kita jumpai dengan mudah di lingkungan sekitar rumah kita. Molluska dipelajari pada cabang zoologi yang biasa disebut dengan malakologi (malacology). Berikut ini ada beberapa hewan yang termasuk kedalam jenis hewan Mollusca ini antara lain sebagai berikut :

– Kerang – kerangan
– Siput
– Kiton
– Cumi – cumi beserta kerabatnya yang sejenisnya.

Mollusca ini juga tergolong kedalam jenis filum yang terbesar kedua kerajaan binatang ( Animalia ).

Sistem Hormon pada Mollusca

Sistem hormon pada Mollusca adalah sistem endokrin yang merupakan mekanisme komunikasi antar satu sel dengan sel yang lainnya, yang dimana nantinya sistem hormon tersebut memiliki fungsi untuk mengontrol dan juga guna mengkordinasikan proses biokikima, fisiologis yang didalamnya melibatkan sinyal nantinya dikeluarkan, hormon yang dapat mempengaruhi sel target dengan langsung, sebab pada intinya seluruh sel mengekspresikan seluruh reseptor bagi hormon yang diberikan sehingga dapat bereaksi saat hormon tersebut telah bereaksi.

Adapun yang mengatur kesemua sistem hormon tersebut yaitu dengan adanya kelenjar endokrin, dimana kelenjar endokrin ini yang mengatur sejumlah besar mekanisme homeostatis. Di dalam kelenjar endoktrin ini juga terdapat aktivitas neuron, otot, serta sel – sel pigmen selama perilaku spesifik seperti asupan makanan, bekerja, reprduksi, dan juga terdapat berbagai fungsi lain pada umumnya. Selain dari kelenjar endokrin tersebut, juga ada banyak lagi neuron dari sistem syaraf pusat dan perifer yang memproduksi hormon yang dilepasan secara lokal dalam rnag ekstraseluler, serta bisa juga kedalam aliran darah.

Sistem Organ Mollusca

Selain membahas mengenai sistem hormon pada Mollusca tersebut, kita juga akan membahas mengenai sistem organ pada Mollusca tersebut. Berikut ini penjelasan lengkapnya untuk kalian.

Sistem Peredaran Darah Mollusca

Sistem peredaran darah Mollusca adalah sebuah sistem peredaran darah terbuka, kecuali pada kelas cephalopoda. Arti sistem peredaran darah terbuka yaitu darah mengalir dari rongga terbuka pada tubuh dan tidak ada arteri atau vena utamanya yang bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan darahnya lambat dan juga organ tergenang oleh darah. Sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung dan pembuluh darah, jantung terdiri dari satu atau dua atrium dan satu ventrikel.

Sistem Pencernaan Mollusca

Sistem pencernaan pada Mollusca terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus dan juga anus. Pada jenis Mollusca tertentu, dibagian mulutnya terdapat organ seperti rahang dan juga lidah yang bergerigi yang dapat bergerak ke depan dan ke belakang.

Sistem Saraf Mollusca

Sistem saraf pada hewan Mollusca ini terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dan juga serabut saraf lainnya yang menyebar dari cincin tersebut yang tujuannya adalah untuk mempersarafi berbagai organ.

Sistem Ekskresi Mollusca

Sistem ekskresi Mollusca adalah berupa Nefridia yang memiliki peran mirip dengan ginjal, Nefridia juga mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk cairan.

Sistem Respirasi Mollusca

Sistem respirasi pada hewan Mollusca ini berbeda-beda. Jika hewan yang hidup di air yang memiliki peran yaitu insang, sedangkan jika yang hidup di darat yang memiliki peran adalah paru-paru namun juga dapat terjadi melalui pertukaran udara dengan memakai terdapat di mantel, sistem ini fungsinya mirip dengan paru-paru.

Klasifikasi Hewan Moluska

  • Amphineura. Amphineura adalah jenis Mollusca yang masih primitif. Amphineura mempunyai tubuh simteri bilateral. Mempunyai beberapa insang di dalam rongga mantelnya. Hidup di sekitar panta. Contohnya adalah Chiton.
  • Scaphopoda. Scaphopoda merupakan jenis mollusca yang hidupnya di laut atau di pantai, memiliki cangkang yang tajam, memiliki bentuk seperti terompet, mempunyai kaki yang kecil, di kepalanya juga terdapat beberapa tentakel, dan tidak memiliki insang. Contohnya adalah Dentalium Vulgare.
  • Gastropoda. Gastropoda merupakan hewan yang memakai perutnya sebagai kaki. Hidupnya di darat, air tawar, maupun di laut. Umumnya Gastropoda mempunyai cangkang. Contohnya adalah Siput.
  • Cephalopoda. Cephalopoda memakai kepalanya sebagai alat gerak. memiliki endoskeleton, eksoskeleton, atau tanpa keduanya. Tubuhnya simetri bilateral. Tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan badan. Contohnya adalah Cumi-Cumi
  • Pelecypoda (Bilvalvia). Pelecypoda mempunyai bentuk kaki seperti kapak yang letaknya di anterior. Bilvalvia yaitu hewan bercangkang yang terdiri atas dua bagian. Mempunyai sistem saraf dan otak yang berkembang baik. Hidup di air tawar dan laut. Contohnya adalah Meleagrina (kerang mutiara), Anadonta (kijing), Ostrea (tiram), Panope Generosa (kerang raksasa).