Sebesar apa Ukuran dan Bentuk Bakteri

Bakteri merupakan organisme mikropis dengan ukuran sel yang bervariasi. Pada umumnya sel bacteri berdiameter sekitar 0,5 – 5 mm (mikrometer). Namun ada pula yang berdiameter hingga 0,5 mm atau lebih besar dari pada sel Eukariotik (10 – 100 mm ) (1 mm = 1/1.000.000 m = 1/1.000 mm ).

Contoh bakteri yang berukuran besar adalah Epulopiscium fishelsoni ( + 0,5 mm ) Thiomargarita ( + 0,75 mm ), sedangkan bakteri berukuran kecil contohnya Mycoplasma (+ 0,2 mm ). Bakteri dapat dilihat dengan mikroskop cahaya ataupun mikroskop elektron.

Bakteri memiliki bentuk sel yang bervariasi. Bentuk dasar sel bakteri, antara lain sebagai berikut.

  1. Basil, berbentuk seperti batang (bacillus = batang). Contohya Bacillus subtilis (penghasil antibiotik basitrasin dan subtilin), Bacillus cereus ( menyebakan keracunan makanan dan infeksi mata), Bacillus anthracis ( penyebab penyakit antraks pada hewan ternak, misalnya sapi).
  2. Kokus, berbentuk bulat seperti bola. Contohnya Nitrosococcus (bakteri yang membantu menyuburkan tanah).
  3. Spirilum, bentuk bergelombang seperti spiral. Contohnya Rhodospirillum rubrum (bakteri fotosintetik yang memiliki figmen hijau dan merah) dan Spirillum minor (penyebab demam akibat gigitan tikus).

Selain itu, ada pula bakteri yang memiliki bentuk perpaduan, antara lain sebagai berikut..

  1. Kokobasil, berbentuk antara bulat dan batang. Contohnya Coxiella burnetii (menyebabkan demam Q, jika seseorang menghirup spora bakteri yang tersebar di udara atau melakukan kontak dengan hewan ternak yang terinfeksi).
  2. Vibrio, berbentuk seperti tanda baca koma. Contohnya Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera) dan Vibrio parahaemolyticus (menyebabkan muntah, diare, demam, dan kejang perut setelah memakan ikakn laut yang terkontaminasi).
  3. Spiroseta, bentuk spiral ulir seperti sekrup. Tubuhnya bisa memanjang dan memendek saat bergerak. Contohnya Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada alat kelamin) dan Borrelia recurrentis (biasanya menginfeksi limpa serta hati dengan vektor kutu rambut manusia).

Bakteri ada yang berupa sel tunggal dan ada pula yang membentuk agregat (kumpulan). Bakteri yang berbentuk vibrio dan spirilum pada umumnya berupa sel tunggal, sedangkan bekteri yang berbentuk kokus dan basil ada yang berupa sel tunggal maupun membentuk agregat.

Bentuk agregat (kumpulan) bakteri kokus antara lain sebagai berikut.

  1. Monokokus, yaitu bakteri berbentuk bulat tuggal atau tudak membentuk agregat. Contohya chalamydia trachomatis (penyebab penyakit mata trakoma ) dan Chalamdya pneumonia (penyebab infeksi saluran pernapasan)
  2. Diplokokus, yaitu bakteri berbentuk bulat yang bergandengan dua – dua. Contohnya Diplococcus pneumoniae (penyebab penyakit radang paru-paru pneumonia).
  3. Tetrakokus, yaitu bakteri berbentuk bulat yang berkelompok empat-empat. Contohnya Mikrokus tetragenus dan Pediococcus cerevisiae.
  4. Sarkina, yaitu bakteri yang berbentuk bulat yang berkelompok membentuk susunan kubus. Contohnya Sarcina lutea (bakteri saproba berfigmen kuning) dan Thiosarcina rosea (bakteri sulfur).
  5. Streptokokus, yaitu bakteri yang berbentuk bulat yang bergandengan memanjang membentuk rantai. Contohnya Streptococcus lactis (bakteri saproba yang menyebabkan rasa asam pada susu), Streptococcus mutans (menyebabkan karies/gigi berlubang), dan Streptococcus pyogenes (menyebabkan penyakit mastitis pada kelenjar susu sapi dan dapat menyebabkan penyakit tenggorokan pada manusia).
  6. Stafilokokus, yaitu bakteri berbentuk bulat yang bergerombol seperti buah anggur. Contohnya Stafhylococcus aureus menyebabkan keracunan makanan dan infeksi kulit), Stafhylococcus saphropyticus (menyebabkan infeksi pada saluran kemih wanita), dan Stafhylococcus epidermidis (menyebabkan infeksi pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan).

Bentuk agregat (kumpulan) bakteri basil antara lain sebagai berikut.

  1. Monobasil, yaitu bakteri berbentuk batang tunggal. Contohnya Escherichia coli (saproba pada usus besar), Propionibacterium acnes (bakteri penyebab jerawat), dan Salmonella typhi (menyebabkan demam tifoid dan pendarahan usus).
  2. Diplobasil, yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan monbasiI dua-dua. Contohnya Moraxella lacunata (penyebab katarak konjungtiva).
  3. Streptobasil, yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai. Contohnya Streptobacillus moniliformis (terdapat pada tenggorokan tikus dan menyebabkan demam gigitan tikus).

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *