Sebutkan ciri-ciri manusia purba pithecanthropus erectus secara singkat

Pada tahun 1891 dokter Belanda, ahli paleoantropologi dan geolog Eugène Dubois menemukan posil femur, tulang paha dan beberapa gigi di Trinil – Ngawi di tepi Solo Jawa Timur, Indonesia. Dubois mencirikan spesimen ini sebagai spesies “antara manusia dan kera,” menamakannya pithecanthropus erectus (kera-manusia yang berdiri tegak).

Pithecanthropus Erectus adalah jenis manusia purba Indonesia yang fosilnya pertama kali ditemukan dalam kebudayaan masyarakat modern. Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Dr. Eugene Dubois di beberapa tempat yang berbeda, seperti di Trinil-Ngawi dan juga Kedungbrubus-Madiun tahun 1890 sd 1892.

Sebelum Dubois, fosil manusia seperti Neanderthal 1 dan Cro-Magnon telah ditemukan secara tidak sengaja; Dubois adalah ilmuwan pertama yang berangkat untuk menemukan fosil manusia prasejarah, dan untuk penemuan kontroversial dari Pithecanthropus erectus ia menerima ketenaran besar atas penemuan ini.

Pada tahun 1936 sebuah spesimen yang lebih lengkap dari Pithecanthropus erectus ditemukan oleh ahli paleontologi kelahiran Jerman dan ahli geologi G. H. R. von KoenigswaldOffsite link di Desa, Jawa Tengah, 18 km di utara Solo.

Manusia purba Pithecanthropus erectu ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki berat badan sekitar 80 kg sampai dengan 110 kg
  • Bentuk wajahnya menyerupai kera
  • Memiliki postur tubuh tegap
  • Memiliki gigi dan rahang yang kuat dan besar
  • Mempunyai hidung yang tebal
  • Memiliki volume otak pithecanthropus erectus sekitar 900 cc.
  • Memakan tumbuh tumbuhan
  • Bagian ubun-ubun pendek
  • Tinggi badan 165 sampai 180 cm
  • Memiliki dagu yang kecil sedangkan bagian mulut menonjol
  • Bagian belakang kepala menonjol
  • Memiliki tonjolan dibagian kening dan melintang sepanjang pelipis
  • Mempunyai tulang pipi yang menebal

Pengertian Manusia Purba

Manusia purba sering disebut dengan manusia prasejarah atau manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Manusia purba yang paling tertua di dunia diperkirakan berumur lebih dari 4 juta tahun yang lalu. Maka dari itu, para ahli sejarah menyebutnya sebagai Prehistoric People atau manusia prasejarah.

Pengertian Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus merupakan manusia purba yang fosilnya banyak ditemukan di Indonesia. Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis manusia purba ini dan yang sudah ditemukan. Diantaranya adalah Pithecanthrophus Erectus, Pithecanthrophus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis.

Manusia purba pithecanthropus erectus ini diperkirakan hidup di Indonesia sejak satu sampai dua juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh seorang dokter dari Belanda yaitu Eugene Dubois.

Pada awalnya dia mengadakan penelitian di Sumatera Barat, tetapi tidak menemukan fosil disana. Kemudia dia berpindah ke pulau Jawa, ia pujn berhasil menemukan fosil Pithecanthrophus Erectus di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891.

Fosil pithecanthropus erectus yang ditemukan pada saat itu adalah berupa tulang rahang atas, tulang kaki, dan tengkorak. Fosil tersebut ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.

Pithecanthrophus Erectus hidup dengan cara berburu hewan-hewan. Kemudian mereka mengumpulkan makanan dan hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat. Untuk mencari sumber bahan makanan dari satu tempat ke tempat lain.

Jenis macam Pithecanthropus

  • Pithecanthropus Mojokertensis. Tahun 1936 telah ditemukan fosil tengkorak anak manusia purba oleh seorang peneliti yaitu Widenreich disebuah desa Mojokerto. Fosil manusia purba tersebut diberikan nama dengan Pithecanthropus robustus. Namun bagi Von Koenigswald menyebutnya dengan nama Pithecanthropus mojokertensis.
  • Pithecantropus Soloensis. Sekitar tahun 1931-1934 GHR Von Koenigswald, Oppernort dan Ter Haar mengadakan penelitian di Lembah Sungai Bengawan Solo dan pertama kalinya ditemukan fosil tersebut di Ngandong-Blora ialah fosil manusia purba berjenis Pithecantropus soloensis. Mengapa diberi nama Pithecantropus Soloensis? Hal tersebut yang memiliki arti manusia kera dari Solo, lalu kemudian ditemukan juga jenis Pithecantropus di Sangiran yang diperkirakan hidup di 900.000 hingga 200.000 tahun lalu terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Cina.
  • Pithecantropus Robustus. Fosil tersebut ditemukan oleh Widenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, lembah bengawan solo. Fosil ini berasal dari lapisan pleistosen bawah. Von koenigswald menganggap fosil tersebut sejenis dengan Pithecanhtropus mojokertensis.

Benda Peninggalan dari Pithecanthropus:

  • Kapak penetak
  • Kapang genggam
  • Kapak perimbas
  • Pahat genggam
  • Alat-alat tulang
  • Alat serpih


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *