Perbedaan Asimilasi dan Multikulturalisme

Asimilasi adalah proses di mana kelompok budaya minoritas dalam budaya arus utama mencerminkan kelompok arus utama dalam hal nilai, kepercayaan, dan perilaku mereka, sedangkan multikulturalisme adalah proses di mana budaya arus utama mengakui dan menerima perbedaan budaya, etnis, atau ras dan identitas kelompok minoritas karena keunikan mereka.

Multikulturalisme dan asimilasi adalah dua pendekatan berbeda yang dilakukan untuk mencapai kesetaraan dan kohesi sosial antara kelompok sosial budaya minoritas dan arus utama. Namun, di balik kedua konsep tersebut, terdapat dua ideologi yang sangat bertolak belakang.

Apa itu Asimilasi?

Asimilasi atau asimilasi budaya adalah proses di mana kelompok minoritas atau subkultur yang berada di dalam kelompok politik arus utama mulai beradaptasi dan menyerupai perilaku, nilai, dan keyakinan budaya kelompok dominan. Apalagi asimilasi budaya merupakan konsep yang cukup mirip dengan proses akulturasi .

Proses asimilasi budaya dapat berlangsung secara tiba-tiba atau berangsur-angsur berdasarkan keadaan sosial kelompok tersebut. Namun, asimilasi budaya penuh terjadi ketika anggota yang termasuk dalam subkultur menjadi tidak terlihat dari orang-orang dari kelompok budaya arus utama.

Penting untuk dicatat bahwa asimilasi budaya tidak pernah menjanjikan kesamaan sosial. Misalnya, bar yang berbeda ditempatkan antara budaya (terutama oleh budaya yang mendominasi), seperti hambatan geografis, sehingga subkultur tidak pernah menerima perlakuan sosial yang sama.

Lebih jauh lagi, terlihat bahwa asimilasi budaya terkadang terjadi secara spontan ketika sebuah budaya secara sukarela dan alami memperoleh pola budaya arus utama. Namun terkadang, hal itu sering dipaksakan oleh budaya mainstream pada subkultur.

Apa itu Multikulturalisme?

Multikulturalisme adalah proses sosial di mana budaya arus utama mengakui dan menerima perbedaan budaya, etnis, atau ras dari kelompok minoritas.

Pengakuan budaya ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk: diakui atas kontribusi budaya subkultur terhadap kehidupan budaya komunitas politik arus utama, sebagai permintaan perlindungan hukum khusus untuk kelompok budaya tertentu, atau sebagai hak otonomi pemerintahan untuk budaya tertentu.

Multikulturalisme merupakan konsekuensi dari pluralisme budaya yang berlaku dalam demokrasi modern. Yang paling signifikan, ini adalah cara membayar kembali kelompok subkultur atas diskriminasi , pengucilan , dan penindasan sebelumnya.

Sebagian besar masyarakat demokratis modern mencakup anggota dengan praktik dan sudut pandang budaya yang beragam.

Banyak kelompok budaya dan sosial minoritas menjadi sasaran penindasan dan dikeluarkan dari masyarakat arus utama karena ketidaksesuaian identitas sosial budaya di masa lalu.

Multikulturalisme muncul sebagai tanggapan atas masalah ini dan upaya untuk memasukkan pandangan dan kontribusi anggota masyarakat yang beragam secara sosial budaya sambil tetap menghormati perbedaan mereka. Lebih jauh, masyarakat multikultural tidak menuntut subkultur untuk berasimilasi ke dalam budaya dominan.

Kesamaan Asimilasi dan Multikulturalisme

  • Multikulturalisme dan asimilasi melibatkan budaya mayoritas/mainstream dan budaya minoritas.
  • Keduanya adalah dua pendekatan berbeda yang membantu mencapai kesetaraan dan kohesi sosial antara kelompok sosial budaya minoritas dan arus utama.

Bedanya

Pengertian

Asimilasi adalah proses sosial di mana kelompok atau budaya minoritas dalam budaya arus utama mencerminkan kelompok arus utama dalam hal nilai, kepercayaan, dan perilaku mereka, sedangkan multikulturalisme adalah proses di mana budaya arus utama mengakui dan menerima perbedaan budaya, etnis, atau ras. kelompok minoritas karena keunikannya.

Metode Pencapaian

Sementara asimilasi melibatkan pengurangan perbedaan, multikulturalisme mengakui dan menghargai perbedaan tersebut.

Dominasi

Tidak ada budaya dominan dalam multikulturalisme, tetapi budaya dominan terlihat dalam asimilasi.

Kesimpulan

Singkatnya, asimilasi menuntut budaya minoritas dalam budaya arus utama untuk memperoleh nilai-nilai, kepercayaan, dan perilaku budaya arus utama. Namun, multikulturalisme mencari integrasi sosial budaya melalui pengakuan dan penerimaan perbedaan budaya, etnis, atau ras dan identitas kelompok minoritas.

Jadi, inilah perbedaan utama antara asimilasi dan multikulturalisme. Ketika sampai pada tingkat global, kita dapat mengamati bagaimana kedua proses ini, asimilasi dan multikulturalisme, berfungsi pada tingkat yang berbeda.

Related Posts