Contoh Tradisi Lisan Pattani Thailand

Tradisi lisan tidak hanya ada di Indonesia saja, di wilayah melayu pun keberadaan tradisi lisan diakui keberadaanya. Salah satu contohnya tradisi lisan Makyong dari Pattani Thailand. Berikut contoh-contoh tradisi lisan. MAK YONG Tradisi lisan ini berasal dari Pattani Muang Thai Selatan, merupakan bagian dari kebudayaan Melayu yang masuk ke Indonesia melalui Semenanjung Melayu, menuju Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat Fungsi pertunjukan untuk memberikan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tokoh utama adalah permaisuri raja yaitu Makyong, para pengasuh atau punakawan, dan wak petanda seorang ahli ilmu pengetahuan. Semua lakon dimainkan oleh perempuan.

Mak Yong

Mak Yong adalah seni teater tradisional masyarakat Melayu yang sampai sekarang masih digemari dan sering dipertunjukkan sebagai dramatari dalam forum internasional. Di zaman dulu, pertunjukan mak yong diadakan orang desa di pematang sawah selesai panen padi.

Dramatari mak yong dipertunjukkan di negara bagian Terengganu, Pattani, Kelantan, dan Kedah. Selain itu, mak yong juga dipentaskan di Kepulauan Riau Indonesia. Di Kepulauan Riau, mak yong dibawakan penari yang memakai topeng, berbeda dengan di Malaysia yang tanpa topeng.

RABAB

Rabab adalah tradisi lisan dari Sumatera Barat. Rabab nama dari seluruh alat musik gesek. Pertunjukan biasa dimulai sehabis sholat Isya dan berakhir sesudah subuh. Pemainnya adalah laki-laki yang disebut tukang Rabab. Teksnya terdiri dua unsur, yaitu dendang dan kaba. Dendang adalah, syair yang dinyanyikan dan Kaba adalah cerita. Pada saat sekarang cerita disampaikan berlatar belakang kehidupan dalam sebuah kerajaan dengan tokoh yang memililiki kekuatan gaib.

TANGGOMO

Tanggomo adalah tradisi lisan berbentuk syair dari Gorontalo, Sulawesi Utara. Syair-syair yang dinyanyikan merupakan catatan lisan dari suatu peristiwa sejarah, bencana alam, pembu.nuhan, pertempuran. Bahkan pada saat sekarang mengkisahkan juga peristiwa pada masa kolonial Belanda dan penjajahan Jepang. Penyairnya disebut Tomotanggomo, yang melagukan syair itu dengan iringan kecapi. Tanpa alat musik pun dapat dilakukan dengan mengandalkan gerakan tangan, dan permainan suara untuk menghidupkan ceritanya.

DIDONG

Didong adalah kesenian tradisional orang Gayo dari propinsi Aceh. Kata Didong berasal dari kata dendang yang dalam bahasa Gayo berarti denang atau donang, yaitu menghibur diri sendiri dengan menyanyi. Isi syairnya merupakan rekaman kehidupan masyarakat agraris, kisah para petani yang sederhana. Syair Didong dinyanyikan dengan iringan hentakan kaki, tepukan tangan dan ketukan pada alat tertentu.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com