Seni Rupa Pada Zaman Hindu dan Budha

Masa Hindu dan Buddha adalah masa yang mulai penuh warna. Mengapa? Karena pada masa ini nusantara mulai berani untuk bersentuhan dengan pelbagai dunia asing yang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di tanah air. Misalnya, dengan adanya asimilasi serta adaptasi kebudayaan India. Perkawinan antar pedagang pendatang dengan pribumi atau warga asli telah melahirkan sebuah kebudayaan maju dan kompleks yang mampu berbicara banyak pada masa itu.

Pertukaran barang-barang mineral dan logam sebagal tanda jasa sebagai pembayaran dengan barter masih menjadi opsi mutIak ketika sistem uang belum banyak dikenal oleh khalayak penduduk setempat. Hal ini ditunjang dengan menjamurnya berbagai patung-patung Buddha dalam berbagai dewa-dewa yang diyakini dalam aliran kepercayaan mereka. Adapun pada bidang seni rupa, ditandai bangunan candi pada dinding gerbang pemandian. Masuknya agama Hindu dan Buddha ke dalam masyarakat akhirnya melahirkan perkembangan budaya baru yang bercorak keagamaan, seperti;

Candi

prambanan

Gambar. Candi prambanan (contoh candi Hidu)

Bangunan candi pada agama Hindu berfungsi sebagai makam para raja. Dalam agama Buddha berfungsi sebagai tempat pemujaan. Candi yang terkenal adalah Candi Borobudur, Candi Jago dan Candi Muara Takus.

Pada prinsipnya, struktur bangunan candi terdiri atas:

  1. 1. Kaki candi (prasada), untuk tempat menyimpan abu jenazah
  2. 2 Badan atau tubuh candi (garbhagrha)
  3. 3 Kepala candi (sikara)
  4. 4 Pripih (tempat abu jemaah).
  5. 5. Sumuran.
  6. 6. Umpak (dasar patung).
  7. 7. Patung.
  8. 8. Ruang candi (sella).
  9. 9. Hiasan puncak candi (mahkota).

Mahkota candi Hindu berbentuk utpala Iingga, sementara candi Buddha berbentuk stupa Ratna dan manakala. Dalam perkembangannya pembuatan candi memakai hiasan dan ornamen yang menggambarkan kejadian-kejadian atau peristiwa tentang kehidupan manusia.

Seni hias candi

Patung Singa

1. Hiasan yang berfungsi sebagal penguat bangunan, contohnya;

  • – Patung singa pada sudut bangunan Candi Penataran.
  • – Dwarajala hiasan kepala ular yang berfungsi sebagai talang air.
  • – Artefak, hiasan pengunci bangunan candi.

2. Hiasan murni untuk memperindah bangunan candi.

Contohnya:

  • – Kala, hiasan kepala raksasa di atas pintu masuk.
  • – Makara, hiasan di samping kanan kiri pintu masuk sebagai bingkai pintu.
  • – Relief, pahatan/gambar yang ada pada dinding candi.

3. Corak candi

Candi Borobudur

Gambar. Candi Borobudur (contoh Candi Budha)

Candi di Jawa Tengah yang dibangun pada abad 8 – 10 M melahirkan tiga corak yaitu corak Dieng, Syailendra, dan corak Restorasi.

Di Jawa Timur, candi-candi yang dibangun pada abad ke 10 — 16 M melahirkan enam corak, yaitu corak Jawa Tengah di Jawa Timur, corak Jawa Timur Awal, corak Kediri, corak Singosari, corak Majapahit, dan corak Jawa Timur Akhir.

Seni patung

Seni patung berfungsi sebagal hiasan candi dan alat pembantu konsentrasi semedi. Bahan pembuat patung terdiri atas batu andesit dan logam (perunggu, tembaga, dan emas).

Seni/ragam hias

Pintu Gerbang Donopratopo

Gambar. Pintu Gerbang Donopratopo

Ragam hias banyak terdapat pada dinding candi, rumah adat, hiasan keris/senjata tajam dan kain bahan pakaian.

Loading...