Siapa Penemu Iodium-131?

Tentunya kita pernah melihat dalam kemasan produk garam dengan tulisan “beriodium” dan mungkin pernah juga orang yang mengalami pembekakan di lehernya yang diakibatkan karena kekurangan iodium. Namun apakah kita tahu penemu iodium-131 tersebut? Berikut adalah artikel yang memuat siapa penemu iodium-131 tersebut.

Iodium-131 ( I-131 ) merupakan salah satu dari sekian banyak isotop radioaktif yang ada di bumi ini. I-131 merupakan radioisotop yang penting dari unsur iodium. Isotop ini kebanyakan digunakan dalam ilmu kedokteran dan farmatologi.

Isotop ini juga memainkan peranan penting sebagai bahaya dari kehadiran unsur radioaktif ini dalam reaksi fisi nuklir, dan merupakan sebuah kontributor yang signifikan terhadap pengaruh kesehatan akibat dari percobaan bom atom di udara terbuka pada tahun 1950-an, dan juga dari kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl.

Kebanyakan I-131 diperoleh dari hasil penyinaran partikel neutron pada reaktor nuklir terhadap Tellurium alami.
Penyinaran terhadap Tellurium alami hampir seluruhnya menghasilkan I-131, dimana kebanyakan isotop dari Tellurium yang lebih ringan berubah menjadi isotop stabil yang lebih berat.

Bagaimanapun, nuklida Tellurium alami yang terberat, Te-130 menyerap sebuah partikel neutron dan memancarkan sinar beta untuk menghasilkan Te-131, yang akan meluruh menjadi I-131 dengan waktu paruh 25 menit.
I-131 juga dapat meluruh dengan waktu paruh 8,02 hari dengan memancarkan sinar beta dan sinar gamma. Dalam proses peluruhan ini, I-131 akan berubah menjadi Xe-131.

Peraih Nobel, kimiawan Glenn T. Seaborg meninggal dunia pada tahun 1999, pada usia 86 tahun.Beberapa kontribusinya di bidang kimia adalah penemuan unsur plutonium dan sembilan unsur lainnya, serta revisi yang cukup penting pada tabel periodik.

Seaborg meraih Ph.D. kimia dari University of California-Berkley pada tahun 1937. Pada awal masa kuliahnya, Ia tertarik dengan unsur-unsur transisi, unsur-unsur yang berkisar diantara uranium. Ia dan rekan kerjanya John J. Livingood menemukan isotop radioaktif yodium-131 dan kobalt-60, yang saat ini digunakan secara luas di kedokteran nuklir untuk diagnosis dan pengobatan. Seaborg kemudian menemukan isotop teknetium-99, yang digunakan untuk pengobatan pada ‘scan’ jantung. Ia dan rekan kerjanya akhirnya menemukan kurang lebih 100 isotop dari unsur-unsur.

Sepanjang perang dunia II, Seaborg merupakan salah satu pemimpin dari Manhattan Project, merupakan proyek pengembangan bom atom di University of Chicago. Presiden John. F. Kennedy menunjuknya menjadi ketua dari Komisi Energi Atom (AEC) pada tahun 1961 ,dan tahun 1963 Ia membantu negoisasi dengan Rusia dalam perjanjian pelarangan tes bom nuklir. Sebagai ketua AEC, posisi yang dipegangnya hingga 1971, Ia berjuang dalam membela untuk perdamaian dan aplikasi yang menguntungkan dalam kimia nuklir. Pada tahun 1976, Ia mengabdi sebagai presiden dari American Chemisty Society. Ia juga terjun dalam proses reformasi pendidikan di Amerika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *