Penemu Planet Pluto

Pluto adalah Planet yang tampak sangat samar, Anda perlu teleskop yang kuat untuk mengamatinya, sehingga tidak mengherankan bahwa Pluto tidak ditemukan sampai zaman modern. Yang menemukan Pluto itu adalah astronom Clyde Tombaugh, pada 18 Februari 1930.

Sebagai seorang peneliti muda yang bekerja untuk Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, Tombaugh menemukan Pluto dalam suatu pencarian sistematik akan sebuah planet trans-Neptunus (yang juga disebut Planet X), yang telah diramalkan oleh Percival Lowell dan William Pickering.

Penemuan Tombaugh dilakukan dengan susah payah, sambil menggunakan pembanding kerlip untuk membandingkan foto-foto dari bagian-bagian langit yang diambil dalam beberapa malam yang terpisah. Dengan membandingkan dua gambar, sebuah objek yang bergerak seperti planet akan tampak melompat dari satu posisi ke posisi lainnya, sementara objek-objek yang lebih jauh seperti bintang-bintang akan tampak diam.

Tombaugh memperhatikan ada objek yang bergerak seperti itu dalam pencariannya, dan pengamatan-pengamatan berikutnya memperlihatkan bahwa itulah planet yang kini kita sebut Pluto. Penemuan ini terjadi pada 18 Februari 1930, dengan menggunakan gambar-gambar yang diambil pada Januari tahun yang sama.

Nama “Pluto” diusulkan oleh Venetia Burney, seorang gadis murid sekolah Inggris berusia 11 tahun yang kini masih hidup dan tinggal di Inggris. Usul ini terpilih dari sekian banyak nama lainnya karena nama itu sesuai dengan nama Romawi dewa dari dunia bawah, yang mampu membuat dirinya tidak terlihat, dan sebagian karena itu merupakan inisial Percival Lowell PL yang terbentuk dari dua huruf pertamanya. Nama Pluto resmi diterima pada 1 Mei 1930.

Pada 24 Agustus 2006 Konferensi Persatuan Astronom Internasional di Praha, Ceko memutuskan bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet.

Loading...
Loading...

Artikel terkait lainnya