Sifat-Sifat Alkana

Seperti yang diketahui bersama bahwa ada banyak unsur kimia yang ada di bumi ini. Salah satunya adalah karbon yang merupakan unsur senyawa paling luas dan juga paling mendalam. Sehingga tak heran jika pembahasan akan unsur senyawa karbon ini begitu banyak dicari pembahasan maupun informasinya oleh masyarakat untuk memperdalamnya.

Atom karbon ini bisa saling terkait hingga kemudian membentuk satu rantai senyawa. Salah satu bentuk rantai senyawa karbon yang paling sederhana yaitu hidrokarbon yang hanya tersusun atas unsur karbon dengan unsur hidrogen.  Senyawa hidrokarbon ini sendiri terdapat beberapa macam atau beberapa jenis, salah satunya adalah hidrokarbon alifatik.

Senyawa alifatik sendiri dibedakan menajdi 3 macam yaitu Alkana (CnH2n +2), Alkena (CnH2n), dan juga alkuna (CnH2n -2). Pada kesempatan kali ini, pembahasan akan lebih detail pada alkana. Alkana atau yang lebih dikenal dengan nama parafin ini merupakan rangkaian hidrokarbon dimana rantai karbon atau rantai C hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja. Tak jarang alkana ini sendiri juga sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh.

Sifat-sifat yang Ada pada Alkana

Lalu bagaimana sifat-sifat yang ada pada alkana? Sebagai satu jenis senyawa hidrokarbon yang memiliki jumlah hidrogen yang maksimal, alkana ini juga memiliki sifat tertentu yang bisa jadi tidak dimiliki oleh jenis senyawa lainnya. Diantaranya ialah sebagai berikut ini.

  1. Alkana sebagai hidrokarbon jenuh dimana tidak ada ikatan atom karbon yang rangkap.
  2. Sifat alkana juga memiliki gaya gabung yang kecil sehingga tak heran dikenal dengan sebutan parafin.
  3. Sifat dari alkana ini ialah bahwa hidrokarbon alifatik satu ini termasuk senyawa yang sulit untuk bisa bereaksi.
  4. Sifat alkana yang khas, dimana pada rantai alkana C1 – C4 pada suhu kamar akan berbentuk gas, pada rantai C4 – C17 pada suhu kamar alkana akan berbentuk cair, sedangkan pada rantai lebih dari C18 alkana akan berbentuk padat pada suhu kamar
  5. Alkana ini memiliki titik didih yang semakin tinggi saat unsur karbon pada alkana semakin bertambah, begitu pula sebaliknya.
Loading...

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *