Sifat-sifat Koloid

Ada beberapa sifat yang dimiliki koloid diantaranya Efek Tyndall, Gerak Brown, Adsorpsi, Elektroforesis, dan koagulasi. Sifat-sifat tersebut tentunya memiliki penjelasan masing-masing seperti yang akan disampaikan pada artikel di bawah ini yang diharapkan bisa memberikan pencerahan bagi pembaca yang budiman.

Koloid adalah sebuah sistem dispersi yang heterogen dimana fase yang terdispersi memiliki ukuran dan tersebar merata dalam medium pendispersi. Selengkapnya tentang definisi koloid bisa sobat baca di sini. Selain dikelompokkan dalam berbagai jenis seperti Buih, Busa, Aerosol, Emulsi, dan sebagainya, koloid memiliki karakteristik atau sifat-sifat yang sangat khas yang bisa bermanfaat dalam berbagai aplikasi kehidupan. Berikut diantaranya:

Efek Tyndall

Efek ini pertama kali ditemukan oleh seorang Ilmuan dari Irlandia pada tahun 1850-an. John Tyndall menemukan bahwa ketika cahaya ditembakkanke partikel koloid cahaya tersebut akan mengalmai penghamburan oleh partikel tersebut. Peristiwa penghambuaran cahaya oleh partikel koloid ini kemudian dinamakan dengan Efek Tyndall. Pernahkah sobat melihat langit yang berwarna merah pada sore hari? Hal tersebut terjadi karena adanya effek tyndall. Cahaya matahari dihamburkan oleh atmosfer bumi yang termasuk sebuah sistem koloid. Contoh lain dari penerpan effect tyndall:

  1. Cahaya sorot lampu mobil pada malam atau pagi hari yang berkabut.
  2. Sorot lampu projector bioskop dalam gedung bioskop yang berasap.
  3. Sinar matahari pagi yang melewati permukaan bumi yang berembun.

Gerak Brown

Gerak brown adalah gerakan dengan arah zig-zag atau tidak beraturan dari partikel koloid yang diakibatkan adanya benturan antara partikoloid dengan medium pendispersi. Dalam bahasa inggris gerakan ini dinamakan brownian movement. Gerak zig-zag ini pertama kali ditemukan oleh seorang Botanis bernama Robert Brown pada tahun 1827. Ia mengamati serbuk sari yang ada di dalam air menggunakan mikroskop dan mendapati partikel serbuk sari bergerak tidak beraturan dan saat itu ia belum tahu apa yang menyebabkan partikel tersebut bergerak.

Adsorpsi

Sifat lain dari koloid adalah adsorpsi. Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan ion pada permukaan partikel koloid. Dalam peristiwa ini ada zat yang diserap (fase terserap) dan ada zat yang menyerap (adsorpen).  Dengan adanya penyerapan ion ini akan membuat koloid lebih stabil.

Contoh penerapan:

  1. Kolam renang yang kotor dibersihakan dengan menambahkan tawa Al2(SO4)3. Setelah air tawas mengalami hidrolisis akan menghasilkan basa Al(OH)3. Zat inilah yang nantinya berperan mengadsopsi berbagai kotoran di dalam air sehingga air kolam rena bisa terlihat jernih kembali meski tanpa ada penggantian air.
  2. Jika sobat sering naik gunung, pasti membawa norit. Norit adalah serbuk karbon yang ketika dikonsumsi akan membentuk koloid di dalam usus yang berguna untuk menyerap berbagai racun maupun bakteri penyebab penyakit
  3. Deodorant, ia adalah koloid yang berfungsi menyerap keringat yang keluar dari tubuh untuk mencegah munculnya bau badan.

Elektroforesis

Sifat koloid ini berupa gerakan partikel koloid menuju ke elektroda negatif maupun elektroda positif. Partikel koloid yang bermuatan negatif akan menuju ke elektroda positif dan sebaliknya, partikel koloid yang bermuatan positif akan menuju ke elektroda negatif.

Untuk melakukan elektrolisis, ke dalam sebuah elektrolit dimasukkan batang elektroda yang disambungkan dengan sumber arus DC. Partikel-partikel dalam koloid akan bergerak ke elektroda yang berlawanan. Dari sininal bisa diketahui mana koloid yang bermuatan positif dan mana koloid yang bermuatan negatif.

Contoh pemanfaatan sifat koloid ini seperti pada proses pengurangan zat-zat pencemar udara.

Koagulasi

Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan partikel-partikel koloid sampi fase terdispersi terpisah dengan medium yang mendispersi. Peristiwa ini disebabkan oleh menurunnya kestabilan untuk tetap mempertahankan partikel-partikel terdispersi dalam medium pendispersinya. Peristiwa koagulasi bisa terjadi karena atau bisa dilakukan dengan :

a. Cara Mekanik

seperti adanya pendinginan, pemanasan, pengadukan. Contohnya saat telur dipanaskan akan memadat, agar-gar dan air akan mengeras ketika didinginkan.

b. Cara Fisis

Pada mesin cottrell, terjadi dua peristiwa dari sifat koloid yaitu elektroforesis dan koagulasi. Alat ini digunakan untuk memisahkan partikel-partikel koloid seperti asam, debu, dan kandunganb berbahaya lainnya dari asap pabrik. Gas yang dibuang oleh pabrik dilewatkan pada ujung-ujung logam bertegangan tinggi. Dari ujung-ujung logam ini akan melepas elektron-elektron dengan kecepatan tinggi yang akan diadsopsi oleh oleh koloid dalam asap yang kemudian mengendap ke lektrode muatan yang berlawanan dan terjadi koagulasi (penggumpalan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *