3 Sistem Pokok Pesebaran Pegunungan

Gejala alam atau fenomena alam tentunya sering terjadi di muka bumi ini, tentunya hal demikian diluar kuasa kita sebagai manusia, misalnya gejala alam pembentukan pegunungan yang memakan waktu jutaan tahun lamanya. Ada tiga sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu sistem Sunda, sistem Busur Tepi Asia dan sistem Sirkum Australia.

Sistem Sunda

Sistem ini di mulai dari arakan Yoma dan Myanmar sampai ke kepulauan Banda di Maluku dengan panjang sekitar 7.000 km. sistem ini terdiri dari 5 busur pegunungan, yaitu sebagai berikut.

  1. Busur Arakan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)
  2. Busur andaman Nicobar, berpusat di Mergui
  3. Busur Sumatra – Jawa, berpusat di Anambas
  4. Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores
  5. Busur Banda, berpusat di Banda

Secara umum, sistem sunda terbagi atas dua busur, yakni busur dalam vulkanik dan busur luar non vulkanik yang terletak di bawah permukaan laut.

Sistem Busur Tepi Asia

Sistem ini di mulai dari semenajung Kamchatka melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina sistem busur ini bercabang tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Cabang pertama, dari pulau Luzon melalui pulau Pahlawan ke Kalimantan Utara
  2. Cabang kedua, dari pulau Luzon melalui pulau Samar ke Mindanao, dan kepulauan Sulu ke Kalimantan Utara.
  3. Cabang ketiga, daripulau Samar ke Mindanao, dan pulau Sangihe ke Sulawesi.

Sistem Sirkum Australia

Sistem ini di mulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Papua. Bagian utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Cabang pertama dari ekor pulau Papua melalui bagian tengah sampai ke pegunungan Charles Louis di sebelah barat.
  2. Cabang kedua dari pulau Bismarck melalui pegunungan tepi utara Papua sampai ke kepala burung menuju Halmahera

Ketiga sistem pegunungan ini bertemu di sekitar kepulauan Sulu dan Banggai. Indonesia adalah daerah pertemuan rangkaian Sirkum Mediterania dan rangkaian Sirkum Pasifik, dengan proses pembentukn pegunungan yng masih berlangsung, oleh sebb itu, banyak terjadi gempa bumi di indonesia.

Loading...

Artikel terkait lainnya