Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI

Semua makhluk hidup bereproduksi. Reproduksi adalah proses dimana organisme membuat organisme lebih banyak seperti diri mereka sendiri – adalah salah satu hal yang membedakan makhluk hidup berbeda dari benda tak hidup. Tapi meskipun sistem reproduksi sangat penting untuk menjaga kelangsungan spesies hidup, tidak seperti sistem tubuh lainnya, itu bukan hal yang penting untuk menjaga seseorang tetap hidup.

Dalam proses reproduksi manusia, dua jenis sel kelamin, atau gamet yang terlibat. Gamet jantan atau sperma, dan gamet betina, telur atau ovum, bertemu dalam sistem reproduksi wanita. Wanita membutuhkan pria untuk membuahi sel telur nya, meskipun dia yang membawa keturunan melalui kehamilan dan persalinan. Ketika sperma membuahi, atau bertemu, telur, telur yang sudah dibuahi ini disebut zigot. Zigot berjalan melalui proses menjadi embrio dan berkembang menjadi janin.

Manusia, seperti organisme lain, melewatkan karakteristik tertentu dari diri mereka ke generasi berikutnya melalui gen mereka, operator khusus sifat manusia. Gen-gen yang orang tua berikan kepada anak-anak mereka adalah apa yang membuat anak-anak sama dengan orang lain dalam keluarga mereka, tetapi mereka juga apa yang membuat setiap anak unik. Gen ini berasal dari sperma ayah dan sel telur ibu, yang diproduksi oleh sistem reproduksi laki-laki dan perempuan.

Sebagian besar spesies memiliki dua jenis kelamin: laki-laki dan perempuan. Setiap jenis kelamin memiliki sistem reproduksi yang unik. Mereka berbeda dalam bentuk dan struktur, tetapi keduanya dirancang khusus untuk menghasilkan, memelihara, dan mengangkutnya baik telur atau sperma.

1. Organ reproduksi pria

Organ reproduksi pria berfungsi menghasilkan gamet jantan, yaitu spermatozoa (sperma). Organ reproduksi pria dibedakan menjadi dua bagian, yaitu organ reproduksi dalam dan luar.

a. Organ reproduksi dalam

Organ reproduksi dalam pria terdiri dari :

1) Testis

Testis berjumlah sepasang dan berbentuk oval. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan sel-sel sperma.

2) Saluaran pengeluaran (duktus ekskretorius), terdiri atas :

a) Vas eferens, merupakan saluran penghubung tubulus seminiferus dengan epididimis.

b) Epididimis, merupakan saluran berkelok-kelok yang berfungsi sebagai penyimpanan sperma sampai sperma matang.

c) Van deferens, merupakan saluran lanjutan epididimis.

d) Saluran ejakulatorus atau saluran pemancaran, terdiri atas sepasang dan merupakan bagian dari vase deferens yang berfungsi memacarkan semen ke ureta.

3) Kelenjar kelamin terdiri atas :

a) vesika seminalis atau saluran mani, merupakan kelenjar yang berkelok-kelok dan terletak di belakang kandung kemih. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang pekat warna kuning, mengandung makanan yang merupakan sumber energy untuk pergerakan seperma.

b) Kelenjar prostat, merupakan kelenjar penghasil semen ter besar , bersifat encer dan berwarna putih, berisi makanan untuk seperma .

c) Kelenjar cowpery atau glandula bulbourethralis. Kelenjar ini terdapat di sepanjang uretra, berfungsi mensekresi cairan lendir bening yang menetralkan cairan urine yang bersifat asam yang tertinggal pada uretra.

b. Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar pada laki-laki meliputi penis dan sektrum.

1) Penis.

penis merupakan organ untuk menyalurkan sperma kedalam vagina .didalam penis terdapat uretra yang berfungsi sebagai saluran sperma dan urine.

2) Skerotum (kantong zakar) skotum merupakan kantong yang didalamnya ber isi testis. Skotum berjumlah sepasang, yaitu skotum kanan dan skotum kiri. Diantara skotum kanan dan skotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos.

2. Organ reproduksi wanita

Tidak seperti laki-laki, manusia perempuan memiliki sistem reproduksi yang terletak sepenuhnya di panggul (itu bagian terendah dari perut). Bagian eksternal dari organ reproduksi wanita disebut vulva, yang berarti penutup. Terletak di antara kaki, vulva meliputi pembukaan ke organ reproduksi vagina dan lainnya yang berada di dalam tubuh.

Daerah berdaging terletak tepat di atas bagian atas lubang vagina disebut mons pubis. Dua pasang flaps kulit yang disebut labia (yang berarti bibir) mengelilingi lubang vagina. Klitoris, organ sensorik kecil, terletak ke arah depan vulva mana lipatan labia bergabung. Antara bukaan labia ke uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh) dan vagina. Setelah gadis menjadi dewasa secara seksual, labia luar dan mons pubis ditutupi oleh rambut kemaluan.

Organ reproduksi internal yang Seorang wanita adalah vagina, rahim, tuba falopi, dan ovarium.

Sama halnya dengan organ reproduksi pria,organ reproduksi wanita juga terdiri atas organ reproduksi luar.

A. Organ reproduksi dalam

1) Ovarium, bejumlah sepasang dan berpungsi menghasilkan sel telur dan hormone estrogen dan progestrron.

Pada sudut atas rahim, tabung tuba menghubungkan rahim untuk indung telur. Ovarium adalah dua organ berbentuk oval yang terletak di sebelah kanan atas dan kiri rahim. Mereka memproduksi, menyimpan, dan melepaskan telur ke dalam tuba falopi dalam proses yang disebut ovulasi. Setiap ukuran ovarium sekitar 1 ½ sampai 2 inci (4 sampai 5 cm) pada wanita dewasa. Ovarium juga merupakan bagian dari sistem endokrin karena menghasilkan hormon seks wanita seperti estrogen dan progesteron.

2) Oviduk atau tuba fallopii, berpungsi menyalurkan sel telur dari ovarium menuju rahim. Pada ujung tuba fallopii terdapat infundibulum yang berbentuk corong dan mempunyai umbai (fimbriae) untuk menangkap sel telur yang dilepas ovarium (proses ovulasi). Ada dua saluran tuba, masing-masing melekat pada sisi rahim. Saluran tuba sekitar 4 inci (10 cm) dan panjang sekitar selebar sepotong spaghetti. Dalam setiap tabung adalah lorong kecil tidak lebih luas dari jarum jahit. Di ujung lain dari setiap tuba fallopi merupakan daerah berumbai yang terlihat seperti corong. Daerah berumbai ini membungkus di sekitar ovarium tetapi tidak benar-benar melekat. Ketika telur muncul keluar dari ovarium, memasuki tuba fallopi. Setelah telur di tuba falopi, rambut kecil di lapisan membantu mendorong tabung itu menyusuri lorong sempit menuju rahim.

3) Uterus,berfungsi member tempat untuk berkembangnya janin. Rahim berbentuk seperti buah pir terbalik, dengan lapisan tebal dan dinding otot – pada kenyataannya, rahim berisi beberapa otot terkuat dalam tubuh wanita. Otot-otot ini dapat memperluas dan mengkerut untuk mengakomodasi janin yang tumbuh dan kemudian membantu mendorong bayi keluar selama persalinan. Ketika seorang wanita tidak hamil, rahim hanya sekitar 3 inci (7,5 cm) panjang dan 2 inci (5 cm) lebar.

4) Vagina, berbentuk saluran yang berlapis otot yang membujur ke arah belakang dan atas bagian dalam vagina berlipat-lipat, yang berfungsi mempermudah jalan kelahiran bayi Dinding vagina menghasilkan kelenjar Bartholini. Vagina adalah otot, tabung hampa yang memanjang dari lubang vagina ke rahim. Vagina adalah sekitar 3 sampai 5 inci (8 sampai 12 cm) panjang wanita dewasa. Karena memiliki dinding otot dapat memperluas dan berkontraksi. Kemampuan untuk menjadi lebih luas atau sempit memungkinkan vagina untuk mengakomodasi sesuatu yang setipis tampon dan selebar bayi. Dinding otot vagina yang dilapisi dengan selaput lendir, yang tetap dilindungi dan lembab. Vagina memiliki beberapa fungsi: untuk melakukan hubungan seksual, sebagai jalur yang bayi mengeluarkan dari tubuh wanita saat melahirkan, dan sebagai rute untuk darah menstruasi (haid) untuk meninggalkan tubuh dari rahim.

Vagina terhubung dengan uterus, atau rahim, leher rahim. Leher rahim memiliki, dinding kuat yang tebal. Pembukaan serviks sangat kecil (tidak lebih luas dari sedotan), itulah sebabnya mengapa tampon tidak dapat tersesat di dalam tubuh seorang gadis. Selama persalinan, leher rahim dapat memperluas untuk memungkinkan bayi untuk melewati.

B. Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar terdiri atas :

1) Labia mayor (bibir luar vagina luar yang tampak tebal)berlapiskan lemak.

2) Labia minor (bibir kecil ), yaitu sepasang lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak.

3) Klitoris, tonjolan kecil disebut juga kelentit.

4) Orificium urethrae (muara saluran kencing ), tepat dibawah klitoris.

5) Hymen (selaput dara) berlokasi di bawah saluran kencing. Sebuah lembaran tipis jaringan dengan satu atau lebih lubang di dalamnya disebut selaput dara menutupi sebagian pembukaan vagina. Hymens sering berbeda dari orang ke orang. Kebanyakan wanita menemukan hymens mereka telah diregangkan atau robek setelah pengalaman seksual pertama mereka, dan selaput dara dapat berdarah sedikit (ini biasanya menyebabkan sedikit, jika ada, nyeri). Meskipun, beberapa wanita yang telah melakukan hubungan seks tidak memiliki banyak perubahan dalam hymens mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *