Soal dan pembahasan tentang bentuk dan proses interaksi sosial

1. Berikut adalah beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi, kecuali ….
a. interaksi sosial bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain
b. interaksi sosial tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasaan
c. interaksi sosial bersifat langsung dan primer
d. interaksi sosial memakai alat yang canggih
e. frekuensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola asimilasi tersebut

Jawaban : d. interaksi sosial memakai alat yang canggih
Pembahasan :
Ada beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif).
a. Interaksi sosial bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. Dalam interaksi tersebut pihak lain juga melakukan tindakan yang sama. Contoh interaksi sosial yang bersifat suatu pendekatan, yaitu seorang siswa yang jujur, pandai, dan baik tidak akan mungkin dapat bergaul bersama rekannya yang licik dan nakal di sekolah. Walaupun siswa yang jujur,
pandai, dan baik tadi berusaha untuk bersikap toleran terhadap rekannya itu. Namun, tetap tidak akan terbentuk sebuah persahabatan karena pihak lain itu bersikap sebagai musuh.
b. Interaksi sosial tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan. Halangan atau pembatasanitu seperti halangan untuk melakukan perkawinan campuran. Selain itu, halangan atau pembatasan untuk memasuki lembaga-lembaga pendidikan tertentu.
c. Interaksi sosial bersifat langsung dan primer. Interaksi sosial bersifat langsung dan primer, misalnya upaya untuk membentuk sebuah organisasi multilateral atau bilateral akan terhalang oleh adanya kesukaran melakukan interaksi langsung dan primer antarnegara yang bersangkutan.
d. Frekuensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola asimilasi tersebut. Frekuensi interaksi sosial tinggi dan tetap, artinya stimulan dan tanggapantanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangkan. Misalnya, perlunya pertemuan rutin antaranggota kelompok atau organisasi demi tercapainya suatu asimilasi, khususnya antara anggota baru dan lama.

2. Mengikuti orang lain dalam hal cara berpakaian, model rambut, gaya bicara, dan bertingkah laku disebut ….
a. imitasi
b. sugesti
c. identifkasi
d. simpati
e. empati

Jawaban : a. imitasi
Pembahasan :
Imitasi berasal dari bahasa Inggris, imitation yang artinya tiruan atau peniruan. Jadi, imitasi merupakan proses meniru orang lain baik dalam hal sikap maupun tingkah laku. Tindakan meniru ini mereka peroleh dengan cara belajar dan mengikuti perbuatan orang lain yang menarik perhatiannya. Imitasi dapat terjadi, misalnya dalam hal cara berpakaian, model rambut, gaya bicara, dan bertingkah laku. Imitasi yang baik atau positif dapat mendorong seseorang untuk
mempertahankan, melestarikan, serta menaati norma dan nilai yang berlaku.

3. Unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Hal itu merupakan unsur terjadinya ….
a. ajudikasi
b. konsiliasi
c. kompromi
d. arbitrase
e. akulturasi

Jawaban : e. akulturasi
Pembahasan :
Akulturasi merupakan suatu proses di mana kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur kebudayaan asing yang berbeda. Unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima dalam proses akulturasi, antara lain peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat
bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

4. Berikut adalah jenis penggunaan bahasa isyarat, kecuali ….
a. mengangguk
b. menunjuk
c. mencela
d. mengangkat bahu
e. menggunakan bentuk bahasa isyarat yang lain

Jawaban : c. mencela
Pembahasan
Ketika berinteraksi dengan pihak lain, seseorang dapat melakukannya dengan melalui penggunaan kata-kata yang disebut dengan cara oral maupun dengan gerak tubuh yang disebut dengan bahasa isyarat. Dalam berinteraksi secara langsung dilakukan melalui penggunaan bahasa isyarat, seperti mengangguk, menunjuk, menggeleng, mengangkat bahu, atau menggunakan bentuk bahasa isyarat yang lain.

5. Tipe persaingan pribadi juga dinamakan ….
a. cavalry
b. rivalry
c. rivality
d. chivalry
e. rivalism

Jawaban : b. rivalry
Pembahasan :
Persaingan mempunyai dua tipe umum, yakni persaingan yang bersifat pribadi dan tidak pribadi. Persaingan yang bersifat pribadi terjadi jika orang perorangan atau individu secara langsung bersaing. Misalnya, antarindividu bersaing untuk memperoleh kedudukan tertentu di dalam suatu organisasi. Tipe persaingan pribadi juga dinamakan rivalry.

6. Suatu cara mencapai kompromi karena pihak-pihak yang bertikai tidak dapat menyelesaikan sendiri pertentangan itu disebut ….
a. konsiliasi
b. kompromi
c. arbitrase
d. mediasi
e. toleransi

Jawaban : b. kompromi
Pembahasan :
Suatu cara mencapai kompromi karena pihak-pihak yang bertikai tidak dapat menyelesaikan sendiri pertentangan disebut arbitrase. Selanjutnya, pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak. Pihak ketiga menyelesaikan sengketa dengan membuat keputusan-keputusan penyelesaian atas dasar ketentuan yang ada.

7. Suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya persetujuan bersama disebut ….
a. kompromi
b. arbitrase
c. mediasi
d. konsiliasi
e. toleransi

Jawaban : d. konsiliasi
Pembahasan
Suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya persetujuan bersama disebut konsiliasi. Contohnya, lembaga tripartit, yaitu panitia tetap yang khusus bertugas menyelesaikan persoalan perburuhan, di dalamnya terdapat wakil perusahaan, wakil buruh, dan wakil departemen tenaga kerja.

8. Proses-proses interaksi sosial disosiatif sering disebut sebagai ….
a. oppositional processes
b. propositional processes
c. positional processes
d. profesional processes
e. provinsional processes

Jawaban : a. oppositional processes
Pembahasan :
Proses-proses interaksi sosial disosiatif sering disebut sebagai oppositional processes. Proses interaksi sosial disosiatif cenderung menciptakan perpecahan dan merenggangkan solidaritas di antara anggota kelompok.

9. Penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguangangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain merupakan contoh-contoh ….
a. kontravensi umum
b. kontravensi sederhana
c. kontravensi intensif
d. kontravensi rahasia
e. kontravensi statis

Jawaban : a. kontravensi umum
Pembahasan :
Penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguangangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain merupakan contoh-contoh kontravensi umum.

10. Ibadah agama yang dilakukan umat beragama merupakan contoh ….
a. rasionalitas eksperimen
b. rasionalitas berorientasi nilai
c. rasionalitas elemen
d. rasionalitas parlemen
e. rasionalitas instrumen

Jawaban : b. rasionalitas berorientasi nilai
Pembahasan ;
Ibadah agama yang dilakukan umat beragama merupakan contoh rasionalitas berorientasi nilai. Rasionalitas yang berorientasi nilai, yakni tindakan sosial seseorang yang bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya. Tindakan ini tidak terlalu mementingkan tujuan yang hendak dicapai. Namun, yang utama dipikirkan adalah cara untuk mencapai tujuan itu.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *