Mengapa literasi media penting bagi siswa?

Pertama dan terpenting, literasi media membantu siswa menjadi konsumen media yang lebih bijaksana serta produsen media mereka sendiri yang bertanggung jawab. Dalam konteks yang lebih besar, literasi media juga menumbuhkan keterampilan yang membantu orang bekerja sama dalam kolaborasi karena mendorong wacana hormat dan membangun keterampilan kewarganegaraan.

Sebagaimana didefinisikan oleh Core Principles of Media Literacy Education, “tujuan pendidikan literasi media adalah untuk membantu individu dari segala usia mengembangkan kebiasaan penyelidikan dan keterampilan berekspresi yang mereka butuhkan untuk menjadi pemikir kritis, komunikator yang efektif, dan warga negara yang aktif di dunia saat ini. .” Edukasi tentang media…

Literasi media, secara sederhana, adalah kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis media dan pesan yang mereka kirimkan. Ketika kita berbicara tentang media, itu mencakup media cetak, seperti surat kabar, majalah dan poster, dan presentasi teater, tweet, siaran radio, dll.

Rupanya, ketenaran di media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar pada bagaimana seseorang memandang status mereka dalam kehidupan nyata juga. Persepsi publik, pada gilirannya, mempengaruhi persepsi diri seseorang dan meningkatkan status sosial seseorang di mata orang lain, dan juga di mata orang itu.

Media sosial membantu membangun komunitas online, menghubungkan audiens, dan menghasilkan pendapatan. Namun, sisi negatif dari aktivitas ini adalah keinginan untuk tetap menjadi sorotan. Hal ini akibatnya dapat menyebabkan rendahnya harga diri dan menciptakan persepsi negatif tentang “citra tubuh” seseorang.

Media sosial secara tidak sadar telah mengubah cara kita berpikir. Saya percaya itu telah membuat kita lebih dangkal dan telah meningkatkan kedangkalan dalam masyarakat kita. Melalui media sosial, standar dan norma lebih dipublikasikan; karena itu mereka menjadi lebih lazim dalam hidup kita.

Media sosial mengubah cara kita berpikir. Ini mengubah cara kita bernalar. Terlebih lagi, media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental kita, dan ada banyak bukti bahwa itu membuat orang lebih cemas dan depresi. Misalnya, penelitian telah menemukan hubungan antara kecemburuan media sosial dan depresi.

Media sosial dapat memengaruhi citra tubuh secara negatif karena pengguna biasanya terpapar pada tipe tubuh yang kurus, bugar, dan “ideal” dan akan sering membandingkan diri mereka dengan teman sebaya dan selebritas.

Apakah masyarakat mempengaruhi citra tubuh kita?

Sikap masyarakat, media, keluarga dan teman sebaya mempengaruhi citra tubuh seseorang. Memiliki citra tubuh yang sehat berarti bahwa seseorang: Menerima penampilan mereka tanpa berusaha mengubah tubuh mereka agar sesuai dengan apa yang mereka pikir seharusnya terlihat.

Media dapat sangat mempengaruhi kesehatan kaum muda. Media menyiarkan persepsinya tentang apa yang menarik dan kaum muda (baik pria maupun wanita) rentan merasakan efeknya. Wanita disikat di sampul majalah untuk menyembunyikan kekurangan. Ini menciptakan citra kecantikan yang tidak realistis dan tidak sehat.

Meskipun dapat memiliki efek positif pada kesehatan mental beberapa penggunanya, penelitian awal sebagian besar menunjukkan bahwa media sosial secara negatif mempengaruhi persepsi orang tentang citra tubuh mereka. Survei tersebut melibatkan 1.000 pria dan wanita dan berfokus pada citra tubuh, kepercayaan diri, dan media mereka.

Related Posts