Struktur dan fungsi tubuh Nematoda

Phylum Nematoda. Cacing ini merupakan phylum dari Aschelminthes yang mempunyai jumlah species dan penyebaran terbesar Disebut juga dengan ”round worm”. Berasal dari kata ”nema” yang berarti benang

Habitat :

Terdapat hidup bebas maupun sebagai parasit pada tanaman, binatang maupun manusia

MORFOLOGI :

Bentuk Nematoda panjang dan langsing, biasanya kedua ujungnya pipih. Sebagian besar dari jenis yang hidup bebas, terutama jenis air-tawar dan darat, panjangnya kurang dari 1 mm, kadang-kadang mikroskopis.
– Jenis laut dapat mencapai 5 cm.
– Ciri khasnya adalah bentuk tubuh yang silindris, relatif sempurna dan struktur mulut
yang tersusun secara radial.

Nematoda memiliki tiga lapisan embrionik, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Tubuhnya memiliki rongga tubuh semu. Permukaan tubuh ditutupi oleh lapisan kutikula yang keras dan transparan. Cacing yang hidup parasit di saluran pencernaan inang memiliki lapisan kutikula lebih tebal dibanding cacing yang hidup bebas. Di bawah lapisan kutikula cacing, terdapat epidermis yang biasanya terdiri atas sel-sel. Dinding tubuh Nematoda tersusun dari otot longitudinal yang kontraksinya menghasilkan gerakan memukul seperti cemeti. Pseudoselom berisi cairan yang berfungsi sebagai rangka hidrostatik dan menunjang gerakan meliuk-liuk.

Nematoda memiliki sistem pencernaan yang lengkap, mulai dari mulut, faring, esofagus (gelembung faring), usus, dan anus. Mulut terletak di ujung anterior dan di sekitarnya terdapat tiga atau enam bibir, papila, dan seta. Mulut berhubungan dengan buccal capsule atau rongga mulut yang terkadang dilengkapi rahang yang kuat. Nematoda karnivor atau herbivor memiliki stilet yang berbentuk seperti jarum suntik atau gigi di dalam rongga mulutnya, yang berfungsi untuk menusuk dan mengisap sari makanan dari tanaman atau mangsanya. Nematoda memiliki usus panjang sebagai tempat penyerapan sari makanan, rektumnya pendek, dan diakhiri oleh anus yang terletak di bagian posterior.

 

Nematoda tidak memiliki sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Transportasi dan pertukaran zat terjadi secara difusi. Nematoda memiliki alat ekskresi berupa sistem sel kelenjar dengan saluran atau tanpa saluran. Pada spesies yang hidup di laut, alat ekskresi berupa kelenjar renet (renette gland) yang terletak di dekat faring, berjumlah satu atau dua.

Nematoda memiliki alat indra berupa sensila, papila, seta, amfid, dan phasmid. Seta terdapat di kepala dan seluruh permukaan tubuh. Kemoreseptor terdapat di amfid (kepala) dan phasmid

(ujung posterior). Nematoda yang hidup bebas biasanya memiliki bintik mata. Sistem saraf berupa lingkaran saraf yang mengelilingi esofagus, berhubungan dengan enam benang saraf anterior dan empat atau lebih benang saraf posterior.

SISTEM REPRODUKSI :
Umumnya Nematoda termasuk dioecious, jantan lebih kecil dari betina, bagian ekor
melengkung seperti kait. Ada juga jenis hermaphrodit dan parthenogenesis.

Makanan :
Nematoda hidup bebas umumnya carnivore dan memakan metazoa kecil termasuk nematoda lainnya. Ada pula jenis herbivore, terutama species laut dan memakan diatom serta ganggang.

Banyak pula saprophagus, yaitu memanfaatkan bahan organik seperti kotoran ternak, atau tanaman dan binatang yang membusuk.
Amphid ialah navigasi dari kutikula yang buntu. Diduga fungsi amphid sebagai chemoreceptor.

Struktur dan fungsi tubuh Nematoda

KLASIFIKASI
Phylum Nematoda
Kelas Phasmidia : mempunyai sepasang phasmid pada ekor, amphid menyerupai lubang
Ordo Rhabditida : Oesophagus terbagi atas 3 bagian terutama pada stadia larva.
Hidup bebas atau sebagai parasit.
Genus Turbatrix
Spesies Turbatrix aceti

Kelas Aphasmidia : tidak mempunyai phasmid, amphid variable, hidup bebas atau parasit
Ordo Chromadorida : hidup bebas, amphid melingkar,mempunyai caudal gland,esophagus terbagi dalam 3 bagian
Genus Monhystera dan Chromadora
Ordo Enoplida : amphid seperti kantung panjang, lubang atau tabung
Esophagus terbagi dalam 2 bagian, hidup bebas atau parasit
Genus Alaimus dan Cryptonchus

 

Loading...