Fungsi Rongga Gastrovaskuler

Rongga gastrovaskuler adalah organ utama pencernaan dan sirkulasi dalam dua filum hewan utama: Cnidaria (termasuk ubur-ubur dan karang) dan Platyhelminthes (cacing pipih). Rongga dapat secara luas bercabang menjadi sistem kanal. Pada cnidaria, sistem gastrovaskuler juga dikenal sebagai coelenteron, dan umumnya dikenal sebagai “usus buta” atau “kantung buta”, karena makanan masuk dan limbah keluar melalui lubang yang sama.

Cnidaria simetri radial memiliki tubuh seperti kantung dalam dua lapisan yang berbeda, epidermis dan gastrodermis, dengan lapisan seperti jeli yang disebut mesoglea antara. Pencernaan ekstraseluler terjadi di dalam rongga pusat tubuh seperti kantung. Rongga ini hanya memiliki satu celah ke luar yang, di sebagian besar cnidaria, dikelilingi oleh tentakel untuk menangkap mangsa.

Karena pengaturan tubuh diploblastik dan kurangnya sistem organ, respons fisiologis terhadap lingkungan sekitar terjadi pada tingkat sel dan jaringan. Baik dalam polip dan medusa, pertukaran gas terjadi melalui dinding tubuh dan ekstensi tentakel melalui difusi. Rongga gastrovaskuler fungsinya membantu sirkulasi oksigen dan limbah karena sirkulasi, pernapasan, dan organ ekskretoris masih kurang (Bouillon et al., 2006). Selain itu, pencernaan dan sirkulasi nutrisi ditingkatkan oleh gerakan tubuh dan oleh pemukulan flagela yang melapisi gastrodermis (Hyman, 1940).

Loading...