T O P

Apa Iklim Benua Amerika?

Iklim di wilayah Amerika Tengah nyatanya dipengaruhi oleh Samudra Pasifik, Atlantik, dan Laut Karibia. Wilayah tengah terbagi atas zona suhu panas,sedang dingin,serta beku. Suhu beku hanya dijumpai di daerah tinggi sedangkan untuk Kepulauan Karibia ini dipengaruhi iklim maritim yang agak panas dengan suhu angin agak dingin.

Kawasan Kepulauan Karibia dan kawasan pasifik ini juga mendapat pengaruh arus hangat dari samudra. Makin mendekati khatulistiwa,curah hujan juga makin tinggi. Angin pasat timur laut yang bertiup melintasi Karibia yang menurunkan hujan,maka Amerika juga memiliki daerah yang mirip dengan Indonesia dengan musim panas dan musim hujan sepanjang tahun.

Variasi iklim di wilayah Amerika Selatan juga dipengaruhu oleh ketinggian letak dan bentang lintang geografis. 2(Dua) per-tiga bagian wilayah berada pada wilayah tropis. Dan sebagian besar wilayah mendapatkan curah hujan tinggi sehingga didominasi oleh hutan hujan tropis,seperti yang ada di Lembah Amazon. Dan sebagiannya lagi mengalami iklim musim.

Sebagian wilayah selatan sendiri berada di daerah kering dengan curah hujan hanya 100-500 mm per tahun. Meskipun Amerika tidak memiliki gurun pasir layaknya Asia dan juga Afrika namun keadaan ini cukup kering. Sedangkan untuk bahasa yang digunakan penduduk Amerika ternyata bukanlah bahasa Inggris seperti yang diketahui banyak orang. Namun pertama kali bnyak masyarakat Amerika menggunakan bahasa-bahasa seperti : bahasa Portugal (di Brazil), bahasa Belanda (di Suriname), bahasa Spanyol (di Argentina, Chili, Kolombia, Kosta Rica, Kuba, Dominika, Ekuador, El Savador, Venezuela, Peru, Panama, Nikaragua, dan Meksiko), serta bahasa Inggris ( di Amerika serikat, Bahama, Barbados, Kanada, Guyana, Saint Lucia, St. Crhisthoper, dan Jamaika)

Pengertian Distilasi fraksional

Distilasi fraksional adalah proses yang digunakan untuk memisahkan komponen hidrokarbon dalam minyak mentah. Metode ini mencakup pemisahan komponen-komponen penting berdasarkan perbedaan antara titik didihnya. Dengan kata lain, ia menggunakan distilasi untuk fraksinasi minyak mentah.

Langkah-langkah dalam Proses Distilasi fraksional adalah:

  1. Minyak mentah dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi pada tekanan tinggi.
  2. Minyak mentah mulai menguap.
  3. Uap ini kemudian memasuki kolom distilasi fraksional dari bagian bawah kolom.
  4. Kolom ini terdiri dari pelat yang memiliki lubang kecil (pelat berada di level atau ketinggian yang berbeda). Lubang-lubang ini memungkinkan uap melewati kolom.
  5. Ada gradien suhu di seluruh kolom. Bagian bawah diisi dengan uap panas, tetapi bagian atas kolom itu dingin.
  6. Uap yang melewati kolom didinginkan.
  7. Pada titik ketika titik didih uap sama dengan suhu kolom, uap dikondensasi untuk membentuk cairan.
  8. Uap terdiri dari campuran komponen yang memiliki titik didih berbeda. Oleh karena itu, komponen yang berbeda mengembun pada suhu yang berbeda pada ketinggian kolom yang berbeda.
  9. Pelat mengumpulkan cairan kental. Cairan ini selanjutnya dapat didinginkan dalam kondensor dan dipindahkan ke tangki penyimpanan untuk diproses lebih lanjut.

Alasan Mengapa Matahari Sangat Panas

Selama ini semua orang tahu bahwa matahari adalah sumber energi seluruh mahluk hidup, alangkah baiknya bila kita lebih mengenal apa matahari itu? dan mengapa panasnya bisa sampai bumi yang jaraknya jutaan kilometer ? berikut uraian yang semoga dapat membantu untuk dapat lebih tahu tentang matahari. Matahari pada dasarnya merupakan sebuah bola gas yang berpijar dan merupakan dapur raksasa tempat proses ledakan nuklir yang sangat dahsyat. Keadaan matahari antara lain :

  • jari-jari = 7 . 10^5 km
  • massa = 1.99 . 10^30 kg
  • suhu di permukaan = 6.000 o C
  • suhu di inti = 15 Juta celcius
  • warna matahari = kuning

Dari hasil ledakan nuklir tersebut timbul panas yang tinggi yang kemudian dipancarkan ke segala arah dan sebagian sampai di permukaan bumi. Energi panas matahari yang sampai di permukaan bumi merupakan sumber energi utama bagi kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi.

Matahari tersusun atas hidrogen, helium, Nikel, Sulfur, Magnesium, Silikon, Nitrogen, Besi, Neon, Karbon, Oksigen, Helium, & Hidrogen.

Suhu matahari pada pusatnya sekitar 15.000.000°C sedangkan di permukaan hanya 6000°C. Suhu tersebut timbul sebagai akibat reaksi nuklir dari Hidrogen berubah menjadi Helium. Pada setiap detiknya terdapat reaksi nuklirdari 600 juta ton hidrogen berubah menjadi helium.

Reaksi tersebut telah berlangsung selama 5.000 juta tahun. Tetapi sisa hidrogennya masih cukup untuk hidup selama 5.000 juta tahun lagi. Matahari mempunyai diameter 1.400.000 km atau 109 x diameter bumi. Matahari memancarkan energi dalam bentuk gelombang-gelombang elektromagnet. Termasuk kedalamnya adalah gelombang radio, inframerah, cahaya ulra violet, sinar X dan sinar gamma.

Atmosfer matahari terletak di atas permukaan matahari yang sebagian besar berupa gas Hidrogen. Atmosfir matahari terdiri atas 2 bagian utama, yaitu “chromospher” dan “corona”. Bagian chromosphere dapat mencapai ketebalan 12.000 kilometer dari permukaan matahari, sedangkan bagian corona tampak bagaikan mahkota berwarna putih yang melingkari matahari.

Corona dapat mencapai ketinggian ratusan ribu bahkan dapat sampai jutaan kilometer dari permukaan matahari. Suhu pada chromosphere dan pada corona sangat jauh berbeda. Chromosphere yang terletak pada permukaan matahari bersuhu kurang lebih 5.000 ºC, sedangkan suhu pada daerah corona dapat mencapai sekitar 10.000 – 100.000 ºC.