Tahapan Metamorfosis Sempurna Pada Kupu-Kupu

Salah satu contoh metamorfosis sempurna yang terjadi pada hewan adalah metamorfosis pada kupu-kupu. Metamorfosis yang ada pada kupu-kupu sangat mudah untuk diamati, mulai dari telur, ulat, kepompong hingga terbentuknya kupu-kupu. Perubahan yang terjadi mulai dari telur hingga kupu-kupu sangat signifikan sehingga kupu-kupu sering kali dijadikan contoh sebagai salah satu metamorfosis sempurna disetiap pembelajaran yang ada di sekolah.

Pada kupu-kupu terdapat empat fase perubahan yang terjadi, pertama adalah fase telur, lalu fase ulat, fase kepompong dan yang terakhir adalah fase kupu-kupu. Fase telur merupakan tahap pertama dalam metamorfosis. Setelah kupu-kupu betina terbuahi oleh kupu-kupu jantan, ia akan bertelur di dedaunan. Telur sengaja diletakkan di daun agar ketika telur menetas, ulat-ulat akan lebih mudah untuk mendapatkan makanannya.

Setidaknya dibutuhkan waktu 3 hari agar telur menetas dan muncul larva atau ulat. Larva yang menetas akan memakan cangkang telur tadi sebagai makanan pertama. Lalu larva akan memakan daun yang ada di sekitar. Larva yang pertama kali muncul berbeda dengan larva/ ulat yang akan berubah menjadi kepompong karena larva akan mengalami beberapa kali pergantian kulit. Larva akan mengalami sekitar 4 hingga 6 kali proses pergantian kulit atau instar.

Fase selanjutnya adalah fase pupa atau kepompong. Pada fase ini larva atau ulat berada pada tahap peristirahatan sebelum akhirnya masuk ke fase imago dan berubah menjadi kupu-kupu dewasa. Pada tahap pra-pupa, larva menggulung dirinya dalam balutan bungkus yang keras namun halus. Bungkusan ini akan melindungi pupa di dalamnya dari berbagai kondisi luar.

Warna pada kepompong berbeda-beda tergantung dari warna di lingkungan sekitarnya, karena warna pada kepompong tersebut memiliki fungsi sebagai kamuflase agar terhindari dari predator. Terakhir adalah fase imago atau kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu yang baru keluar dari bungkusan pupa tidak dapat terbang secara langsung.

Kupu-kupu akan merangkak ke atas pupa untuk mengeringkan sayap yang basah dan kusut akibat cairan dalam pupa. Ketika sayap sudah kering dan menjadi kuat, kupu-kupu akan belajar terbang.

Loading...
Loading...

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *