Sebutkan 2 anatomi tulang pada manusia dan komponen penyusunnya!

JawabKatagori: BiologiSebutkan 2 anatomi tulang pada manusia dan komponen penyusunnya!
Sridianti Staff asked 3 minggu ago

Sebutkan 2 anatomi tulang pada manusia dan komponen penyusunnya!

Loading…

1 Answers
Jaja Jamaludin Staff answered 1 minggu ago

Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua macam yakni tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Berikut adalah penjelasan mengenai anatomi tulang manusia :

1. Tulang Rawan (Kartilago)
tulang rawanTulang rawan merupakan jaringan ikat yang kaku tapi fleksibel dengan permukaan licin dan berdaya kenyal. Pada embrio bertugas sebaga rangka penyangga namun setelah dewasa berkembang menjadi tulang keras (osteon). Pada manusia dewasa, tulang rawan terdapat pada daun telinga, cuping hidung, dan cincin trakea. Kartilago tidak memiliki pembuluh darah, tetapi diselubungi membran perikondrium, tempat tulang rawan mendapat darah.

Komponen penyusun tulang rawan terdiri dari:
– Kondroblas dan fibroblas, keduanya merupakan bakal sel kartilago yang berbentuk oval dan terletak di pinggir tulang rawan.
– Kondrosit, terletak dalam jaringan kartilago lebih dalam dibandingkan kondroblas, di dalam lakuna. Inti berbentuk bundar dengan sebuah nucleus (inti sel) atau dua buah nucleoli.
– Substansi Interseluler merupakan bagian dari kartilago yang terdiri dari komponen fibriler dan substansi dasar, matriks amorf “gel”. Matriks merupakan suatu wujud kaku bahkan keras yang substansi dasarnya terdiri atas proteoglikans yang mengandung kondroitin sulfat.
– Perikondrium, jaringan pembungkus kartilago terdiri dari sel fibrosit gepeng dan terdapat serat kolagen serta memberikan suplai darah pada tulang rawan.
Jenis Kartilago

Tulang rawan atau kartilago memiliki beberapa jenis-jenis tulang yang terdapat didalam organ tubuh manusia. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis tulang rawan atau kartilago :

1. Tulang Rawan Hialin – Merupakan bentuk tulang rawan terbanyak. Terdiri atas serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca, ulet, kuat, dan elastis. Terdapat pada ujung tulang pipa sebagai penutup dan sendi, pada tulang rawan iga, hidung, laring, trakea, dan bronkus supaya tetap terbuka. Pada embrio bertugas sebagai penyangga sementara untuk mendukung jaringan lain sampai terbentuk osteon.

2. Tulang Rawan Fibrosa – Terbentuk ole berkas-berkas serabut, dengan tulang rawan tersusun di antara berkas serabut itu dan dijumpai pada antar-ruas tulang belakang. Bersifat kurang lentur, matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak teratur.

3. Tulang Rawan Elastis – Terdapat pada daun telinga, epiglotis, dan tabung Eustakhius. Bila ditekan atau dibengkokkan terasa lentur dan cepat kembali ke bentuk semula.

4. Pertumbuhan – Pertumbuhan tulang rawan bisa berlangsung akibat pembelahan dari mitosis (Pertumbuhan Interstisial), namun pada tulang rawan di tempat-tempat terntu terjadi kekakuan akibat ikatan silang unsur matriks sehingga cara lain untuk bertumbuh adalah melalui diferensiasi dari sel-sel perikondrium (Pertumbuhan Aposisil).

2. Tulang Keras (Osteon)
Tulang Keras (Tulang adalah jaringan ikat yang paling keras di antara jaringan ikat lainnya pada tubuh. Terdiri atas hampir 50% air. Bagian padat selebihnya terdiri dari berbagai bahan mineral, terutama garam kalsium 67% (yang memberikan kekuatan pada tulang serta mengandung serabut kolagen yang memberikan sifat elastis pada tulang) dan bahan seluler sekitar 33%. Struktur tulang yang dapat dilihat dengan mata telanjang adalah struktur kasar dan dengan pertolongan mikroskop dapat diperiksa struktur lainnya. Bersama tulang rawan (kartilago) dan komponen lain, tulang membentuk kerangka yang membentuk postur dan memberi perlindungan ke semua bagian tubuh. Kurang lebih terdapat sekitar 206 jumlah tulang yang tersebar di seluruh bagian tubuh manusia.

Adapun jaringan pembentuk tulang adalah:
1. Tulang Kompak
Tulang kompak bentuknya padat, keras, memberikan perlindungan pada tulang di sekitar lapisan luar, dan membantu menahan atau menyangga tubuh misalnya ketika melakukan pekerjaan fisik yang berat. Kebanyakan terdiri dari struktur tulang panjang, ada juga yang tulang pipih, dan sebagai lapisan tipis penutup semua tulang.Pada gambar irisan melintang tulang padat memperlihatkan adanya lingkaran-lingkaran. Dalam setiap pusat lingkaran terdapat kanal (saluran) Havers, merupakan sebuah tabung pusat yang berisi pembuluh darah dan saraf.

Lempeng tulang atau lamella disusun konsentris sekitar saluran. Terbentuk oleh garam mineral termasuk kalsium dan fosfat yang mengakibatkan kekerasan struktur tulang dan serat kolagen untuk kekuatannya. Di antara lempeng-lempeng lamella terdapat ruangan kecil-kecil yang disebut lakuna. Ruangan-ruangan ini mengandung sel-sel tulang, saling bersambungan, dan juga disambungkan dengan saluran Havers di tengah-tengah atau saluran-saluran kecil bernama kanalikuli yang bertugas menyediakan rute agar nutrisi dapat mencapai osteosit dan produk-produk limbah dapat meninggalkan mereka. Daerah di antara sistem-sistem Havers ini terdiri atas lamella interstisiil, sedangkan kanalikuli tersusun agak berlainan. Lamella dalam jaringan berbentuk jala tersusun kurang teratur dan tidak mempunyai saluran Havers, sedangkan pembuluh darah bercabang-cabang dalam ruangan intertisiil yang berisi sumsum untuk memberi persediaan darah kepada pembuluh darah yang halus.

2. Tulang Spons
Tulang spons terletak di bagian dalam dari tulang kompak, rapuh dan memiliki banyak pori atau rongga-rongga. Tulang spons terdapat pada ujung-ujung dari tulang kompak. Tulang spons tidak termasuk osteons. Sebaliknya, tulang spons terdiri dari kisi teratur kolom tipis tulang yang disebut trabekula (harfiah “balok kecil”), yang mengandung lamellae, osteosit, lakuna dan kanalikuli. Ruang antara trabekula dan beberapa tulang spons diisi dengan sumsum tulang merah. Pembuluh darah dari periosteum, menembus ke dalam kisi trabekula memungkinkan osteocytes di trabekula untuk menerima makanan dari darah yang melewati rongga sumsum.

3. Sumsum Tulang
Merupakan jaringan lunak tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Berbentuk seperti jelly yang kental dilindungi oleh spongiosa, ditemukan pada rongga interior tulang, Terdiri dari dua jenis yaitu sumsum merah yang menghasilkan sel darah merah, keping darah, dan sebagian besar sel darah putih, dan sumsum kuning yang menghasilkan sel darah putih.

4. Periosteum
Periosteum adalah membran vaskular fibrus yang melapisi tulang. Pembuluh darah sangat banyak dijumpai di dalamnya dan membran itu melekat erat pada tulang. Pembuluh darah yang berasal dari periosteum bercabang-cabang ke dalam tulang. Pada tulang yang sedang tumbuh terdapat lapisan sel pembentuk tulang di antara perisoteum dan tulang, dan dari pelipatgandaan sel tadi pertumbuhan melingkar tulang dapat terjadi. Sebagai tambahan untuk darah yang berasal dari periosteum, tulang pipa juga di antarai darah oleh arteri nutritif khusus yang menembus secara oblik (menyerong) di tempat yang terlindung dalam hal tulang lengan pembuluh itu mengarah ke jurusan menjauh dari lutut. Lubang tempat pembuluh itu menembus terlihat jelas pada tulang pipa.

Perkembangan dan Pertumbuhan Osteon
Tulang berkembang dari tulang rawan maupun dari membran yang tersusun dari jaringan ikat. Tulang pipih berkembang menjadi tulang dari membran sehingga disebut sebagai tulang membran. Sedangkan tulang pipa berkembang dari tulang rawan, disebut tulang kartilago.

Loading…