Sebutkan 3 cara kerja dari usus besar pada tubuh manusia!

JawabKatagori: BiologiSebutkan 3 cara kerja dari usus besar pada tubuh manusia!
Sridianti Staff asked 2 bulan ago

Sebutkan 3 cara kerja dari usus besar pada tubuh manusia!

1 Answers
Dadan Ahmad Staff answered 4 minggu ago

“Cara Kerja usus besar Usus besar yang memiliki panjang 1 meter dan terdiri dari beberapa bagian memiliki fungsi untuk menyerap air, dan vitamin yang masih ada dalam sisa makanan yang akan dibentuk menjadi feses, mengatur kadar keasaman dan menghasilkan antibodi. Dinding kolon akan menyerap air dan garam mineral dari sisa makanan dan menyimpannya selama beberapa saat atau paling lama tiga hari. Sisa makanan kemudian akan dibusukkan oleh bakteri dalam usus besar Escherichia coli. Bakteri ini adalah salah satu dari bakteri yang menguntungkan bagi manusia dan disebut dengan normal flora Setelah makanan masuk melalui mulut, makanan akan didorong masuk ke dalam bagian – bagian lambung dan fungsinya dalam sistem pencernaan adalah penting dalam memecah beberapa komponen makana. Ada lima fungsi lambung pada manusia yang perlu dipelajari. Dengan gerakan peristaltik makanan kemudian didorong ke usus halus. Dalam usus halus makanan akan dicerna dan nutrisinya akan diserap. Sisa makanan selanjutnya akan didorong ke usus besar dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Cara kerja usus besar dipengaruhi oleh pergerakan usus besar yang dibagi menjadi : 1. Gerakan mencampur ( haustra churning ) Sisa – sisa makanan dapat melalui usus besar dikarenakan gerakan dari haustrum atau yang dikenal sebagai “haustral churning”. Seperti usus halus yang memilki segmen, usus besar juga memiliki haustra yang merupakan kantung – kantung kecil pembentuk segmen usus besar. Ketika sebuah kantung haustra terisi sisa makanan, dinding otot usus besar akan berkontraksi dan mendorong sisa makanan masuk ke kantung haustra selanjutnya. Kontraksi haustra biasanya terjadi selama 30 detik dan akan menghilang pada 60 detik kemudian. Kontraksi bisa berlangsung lambat menuju anus. Kerja usus halus yang lambat memungkinkan bakteri untuk melakukan proses pembentukan feses. Gerakan kontraktil haustra dikendalikan oleh reflex kontraktil yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom. Kerja sistem saraf otonom tidak disadari oleh tubuh. 2. Gerakan massa ( Mass Movement ) Makanan yang masuk ke dalam lambung akan berpengaruh terhadap pergerakan usus besar dan menyebabkan pergerakanan massa ( Mass Movement ). Makana yang dikonsumsi tiga atau empat kali sehari dan mengisi lambung, akan mendorong sisa makanan atau feses bergerak maju sepertiga atau tiga perempat menuju rektum. Gerakan ini dirangsang oleh sistem saraf yang disebut dengan reflek gastrokolik. Reflek inilah yang menyebabkan orang buang air besar. Biasanya reflek ini paling sering terjadi pada pagi hari dan hal ini pula yang menjelaskan mengapa terkadang orang justru merasa ingin buang air besar setelah makan. Reflek gastrokolik juga memicu perpindahan massa atau isi dari organ pencernaan yang satu ke organ pencernaan yang lain, misalnya dari lambung ke usus halus dan dari usus halus ke usus besar. 3. Defekasi Reflek gastrokolik yang memicu gerakan massa selanjutnya akan merangsang bagian rektum usus besar untuk meregang dan mengawali proses defekasi. Defekasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan proses pengeluaran sisa makanan atau feses dari dalam tubuh. Gerakan massa akan mendorong sisa makanan dalam kolon menuju rektum dan memicu reflek defekasi. Defekasi juga merupakan bagian dari sistem eksresi pada manusia . Terdapat dua refleks defekasi yang terjadi dalam proses defekasi : • Refleks defekasi intrinsik Refleks defekasi intrinsik terjadi di dalam usus besar. Feses yang masuk ke dalam rektum, akan menggembungkan rektum dan dinding rektum akan mengirimkan sinyal – sinyal aferen yang akan menyebar melalui pleksus mesentrikus dan memulai gerakan feses pada kolon descenden, sigmoid dan rektum. Ketika pergerakan feses hampir mencapai anus, feses tersebut akan didorong keluar jika otot spingter interna tidak menutup dan spingter eksternal dalam keadaan tenang. • Refleks defekasi parasimpatis Refleks defekasi parasimpatis adalah reflesk defekasi yang yang dipengaruhi oleh sistem saraf parasimpatis ( baca selengkapnya di Fungsi saraf Simpatik dan Parasimpatik )Ketika terjadi rangsangan pada rektum, sinyal akan diteruskan ke spinal cord yang kemudian akan dikembalikan kembali ke kolon descenden, sigmoid dan rektum. Sinyal ini akan meringkatkan intensitas refleks defekasi intrinsik dan merangsang otot spingter pada anus untuk melemas. Saat feses akan dikeluarkan dari tubuh, otot spingter eksterna juga dalam keadaan lemas. Proses defekasi atau pengeluaran feses juga difasilitasi oleh otot pada perut yang termasuk dalam tiga jenis otot yang memiliki berbagai banyak fungsi dan diafragma. Fungsi diafragma pada pernafasan manusia telah banyak diketahui terutama saat mempelajari sistem pernafasan pada manusia. Kontraksi otot – otot tersebut akan meningkatkan tekanan pada perut atau abdominal pressure dan selanjutnya kontraksi otot muskular levator ani yang ada pada dasar panggul akan menggerakkan feses keluar melalui anus. Jika seseorang merasakan refleks gastrokolik dan ingin buang air besar namun ia menundanya, dinding rektum yang semula meregang akan melemas dan meredakan rasa ingin buang air besar sampai refleks defekasi yang selanjutnya terjadi. Itulah hal yang perlu kita ketahui tentang usus besar dan cara kerjanya dalam sistem pencernaan. Menjaga kesehatan usus besar sama pentingnya dengan menjaga organ lain seperti jantung, karena banyak masalah kesehatan yang dapat mengganggu kinerja usus besar. Usus besar juga rentan terserang penyakit kanker sehingga asupan makanan perlu diperhatikan.”

Loading...