Sebutkan 6 fungsi dari Lisosom pada sel tumbuhan dan hewan?

JawabKatagori: BiologiSebutkan 6 fungsi dari Lisosom pada sel tumbuhan dan hewan?
Sridianti Staff asked 3 minggu ago

Sebutkan 6 fungsi dari Lisosom pada sel tumbuhan dan hewan?

Loading…

1 Answers
Jaja Jamaludin Staff answered 2 minggu ago

6 fungsi lisosom adalah sbb:

1. Pencernakan intrasel
Ini merupakan salah satu fungsi utama dari lisosom, dimana materi yang dicerna bisa berasal dari luar maupun dari dalam sel itu sendiri. Jika materi yang dicerna berasal dari luar sel, maka materi tersebut masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. Dinamakan pencernakan intrasel karena pencernakan tersebut berlangsung di dalam lisosom, dimana enzim hidrolitik tidak pernah keluar dari lisosom. Hal ini menyebabkan proses pencernakan berlangsung secara optimal. Jika terjadi kasus pecahnya lisosom, kondisi ini akan mengakibatkan enzim-enzim hidrolitik keluar dari lisosom dan menghancurkan sel itu sendiri.

2. Endositosis
Ini merupakan mekanisme masuknya makromolekul yang berasal dari luar sel ke dalam sel. Molekul tersebut nantinya akan melewati endocytic pathway yang selanjutnya molekul tersebut akan dibawa ke endosom awal yang merupakan vesikel-vesikel kecil yang tidak beraturan. Endosom awal memiliki ph asam sekitar 6, disini beberapa makromolekul akan mengalami proses pemilihan, dimana terdapat materi yang digunakan yaitu dibawa ke endosom lanjut, dan ada juga materi yang tidak dipergunakan dan dibuang ke sitoplasma. Di endosom lanjut yang memiliki ph asam 5 terjadilah proses pematangan dari materi yang dicerna sehingga terbentuklah lisosom.
Dalam proses endositosis terdapat 2 buah reseptor yang terletak di luar membran plasma. Reseptor tersebut adalah :
Housekeeping reseptor yang bertanggung jawab dalam pengambilan materi yang akan dipergunakan oleh sel.
Signaling reseptor yang bertanggung jawab dalam proses pengikatan ligan di bagian ekstraseluler yang berfungsi untuk membawa pesan guna mengubah aktivitas di dalam sel.
Berdasarkan berat jenis, ph, dan komposisi proteinnya, endosom terbagi menjadi 2 tipe, yaitu :
Early endosom, merupakan endosom yang terletak di daerah sekitar dalam sel
Late Endosom, yaitu endosom yang terletak lebih dekat dengan bagian nukleus sel.

3. Autofagi
Ini merupakan suatu mekanisme pendegradasian yang dilakukan oleh lisosom erhadap organel sel yang sudah tidak dapat berfungsi lagi tanpa terjadi kehilangan bahan kimia penyusunnya yang digunakan lagi oleh sel.
Sebagai contoh adalah degradasi yang terjadi pada sel hati dengan mitokondria yang berumur rata-rata 10 hari. Mitokondria yang sudah berumur 10 hari dan tidak berfungsi lagi diselubungi oleh suatu organel dari retikulum endoplasma kasar dan membentuk autofagosom yang kemudian akan bergabung dengan lisosom agar mitokondria dapat dihancurkan oleh enzim hidrolitik. Contoh autofagi yang lainnya adalah transformasi berudu menjadi katak, serta embrio manusia.

4. Fagositosis
Ini merupakan proses pemasukan berbagai partikel dengan ukuran yang besar yaitu partikel yang memiliki diameter lebih besar dari 5 ┬Ám serta mikroorganisme seperti virus maupun bakteri ke dalam sel yang berasal dari lingkungan. Proses ini dilakukan oleh berbagai tipe sel yang telah mengalami spesialisasi.
Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi pada kebanyakan jenis protista seperti amoeba maupun siliata yang dalam mendapatkan makanan, cara yang mereka lakukan adalah dengan menangkap partikel makanan atau mikroorganisme yang lebih kecil. Selanjutnya, partikel makanan yang tertangkap tersebut dimasukkan ke dalam organel yang dikenal dengan nama vakuola atau fagosom, dimana vakuola atau fagosom tersebut berasal dari sebagian kecil membran plasma. Selanjutnya fagosom akan bergabung dengan lisosom guna melakukan pencernakan terhadap partikel makanan yang telah ditangkap.

5. Eksositosis
Ini merupakan mekanisme transpor berupa molekul-molekul yang berukuran besar yang melewati membran plasma dari dalam ke luar sel yaitu dengan cara menggabungkan vesikula yang berisi molekul-molekul tersebut dengan membran plasma. Contoh peristiwa eksositosis ciri-ciri makhluk hidup yang melewati proses pergantian tulang rawan yang terjadi pada perkembangan tulang keras.

6. Autolisis
Ini merupakan proses penghancuran diri yang dilakukan oleh sel dengan cara membebaskan isi lisosom ke dalam sel. Contoh kasus tersebut terjadi pada daur hidup katak, yaitu saat berudu menyerap kembali ekornya saat ia menginjak usia dewasa. Selain fungsi-fungsi tersebut, lisosom juga memiliki peranan yang penting dalam upaya menghancurkan senyawa-senyawa karsiogenik yang masuk ke dalam tubuh.
Dari uraian-uraian diatas, bisa disimpulkan bahwa lisosom merupakan suatu organel yang memiliki peranan yang cukup penting dalam sel-sel tubuh. Lalu, apa yang akan terjadi apabila lisosom mengalami kerusakan?
Lisosom yang abnormal akan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit fatal yang bisa berdampak pada kematian. Penyakit yang timbul akibat penyimpangan lisosom merupakan kelainan turunan yang dapat berpengaruh pada metabolisme lisosom. Penyakit tersebut adalah Lysosomal storage diseases (LSD) yang merupakan suatu penyakit keturunan yang disebabkan karena lisosom kekurangan salah satu enzim hidrolitik. Penyakit ini dapat menyebabkan enzim-enzim hidrolitik yang digunakan oleh lisosom dalam proses pencernaan tidak dapat disintesis oleh fungsi ribosom. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan subtrat yang seharusnya dapat dicerna, dan pada akhirnya kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan pada tubuh.

Loading…