Teori Terbentuknya Tata Surya Menurut Nebula

Teori Terbentuknya Tata Surya

Cabang ilmu yang membahas dan mempelajari tentang sistem tata surya dan semua benda yang ada di langit disebut Astronomi. Ilmu yang mempelajari alam semesta dan tata surya berasal dari beberapa gagasan. Pada mulanya, terdapat sebuah gagasan yang mengatakan bahwa bumi merupakan titik pusat dari seluruh alam semesta.

Akan tetapi, pendapat tersebut tidak bertahan lama. Pendapat tersebut digantikan dengan gagasan yang lain. Gagasan tersebut muncul setelah diketahui bahwa bumi hanyalah salah satu planet yang ada di dalam sistem tata surya. Kemudian pendapat lain pun muncul bahwa alam semesta terdiri dari berbagai macam galaksi dan jumlahnya banyak.

Salah satu pendapat tentang asal usul tata surya yang terkenal ialah teori nebula atau juga disebut teori nebula Kant Laplace. Teori nebula disebut juga teori kabut. Sebelumnya, teori nebula sudah dikemukakan oleh Emmanuel Swendendenborg pada tahun 1734. Kemudian, teori ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace. Pada awal teori ini dikemukakan, tata surya hanya berupa kumpulan kabut tebal dan besar.

Kabut besar tersebut terdiri dari es, debu, dan gas yang mengandung hidrogen tinggi. Kabut yang besar ini dinamakan nebula. Karena adanya gaya gravitasi, mengakibatkan kabut raksasa tersebut menyusut. Dalam proses penyusutan, kabut tersebut berputar dan memanas yang pada akhirnya menjadi sebuah bintang raksasa. Bintang raksasa itu adalah matahari.

Planet-planet yang ada di dalam sistem tata surya merupakan bentukan dari pecahan gas dan debu dari penyusutan matahari. Berdasarkan pendapat Laplace, tata surya mempunyai garis edar atau orbit yang berwujud elips. Teori nebula ini juga mengemukakan bahwa sistem tata surya berbentuk datar dan planet-planet mengelilingi matahari.

Beberapa ahli astronomi mengatakan bahwa sistem yang terdapat dalam tata surya telah tercipta sedari 4,5 milyar tahun yang telah lalu. Pendapat tersebut disimpulkan dari bebatuan yang ada di bumi dan di ruang angkasa. Namun tidak selamanya pendapat tersebut benar. Ada beberapa pendapat lain yang menjelaskan tentang asal usul sistem tata surya.