Unsur-unsur cuaca dan iklim

Cuaca dan iklim memiliki unsur-unsur yang sama yaitu terdiri atas unsur suhu udara, hujan, kelembapan, tekanan udara dan angin.

1. Suhu udara

Tinggi rendahnya suhu udara diukur dengan alat yang disebut termometer. Kertas yang berisi catatan tentang suhu udara pada suatu daerah tertentu disebut termogram.

2. Tekanan Udara

Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer yang dapat mencatat sendiri disebut barograph. Hasil pencatatan barograph disebut barogram.

3. Angin

Angin yaitu massa udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi menuju ke daerah yang bertekanan udara lebih rendah.Berdasarkan pola gerakannya, jenis-jenis angin dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

a. Angin tetap, yaitu angin yang arah bertiupnya atau gerakannya tetap sepanjang tahun tidak berganti arah. Angin tetap terdiri dari:

  • Angin barat
  • Angin timur
  • Angin pasat
  • Angin antipasat

b. Angin periodik, yaitu angin yang bergerak berganti arah setiap waktu tertentu, ada yang berganti arah setiap siang dan malam atau setiap 6 bulan sekali. Yang termasuk dalam jenis angin periodik adalah :

  • Angin muson, yaitu angin yang berganti arah setiap 6 bulan sekali. Angin muson ada dua, yaitu:
  1. Angin muson barat,
  2. Angin muson timur,
  • Angin lembah dan angin gunung.
  • Angin laut dan angin darat.
  1. Angin lokal, yaitu angin yang bergerak pada daerah-daerah tertentu dalam waktu yang tertentu pula. Yang termasuk dalam jenis angin lokal antara lain adalah :
  • Angin Blizzard,
  • Angin Bora,
  • Angin Siklon dan angin antisiklon.
  • Angin Fohn,
  1. Wambrau di biak, Irian Jaya
  2. Brubu di Ujung Pandang (Sulawesi selatan)
  3. Gending di Pasuruan (Jawa Timur)
  4. Kumbang di Cirebon (Jawa Barat)
  5. Bohorok di Deli (Sumatera Utara)

Nama angin fohn di luar Indonesia (mancanegara), antara lain: angin Sirocco di laut tengah; angin Zonda di Argentina; angin Chinok di Amerika Serikat Bagian Barat.

4. Kelembapan Udara

Kelembapan udara adalah banyak sedikitnya kandungan uap air di dalam udara. Kelembapan udara dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

  • Kelembapan absolut/mutlak,
  • Kelembapan relatif (nisbi),

5. Awan

Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es yang terjadi karena proses kondensasi.

  • Dilihat dari bentuknya, awan dapat dibedakan menjadi:
  1. Awan cumulus (bergumpal),
  2. Awan cirrus (awan bulu),
  3. Awan stratus (berlapis),
  4. Awan nimbus,
  • Dilihat dari ketinggiannya, awan dapat dibedakan menjadi:
  1. Awan tinggi, yaitu awan yang berketinggian > 6 km. Contoh: awan cirrostratus.
  2. Awan sedang, yaitu awan berketinggian 3-6 km. Contoh: awan altostratus.
  3. Awan rendah, yaitu awan yang mempunyai ketinggian < 3 km. Contoh: awan stratokumulus.
  • Dilihat dari zat pembentuknya, awan dapat dibedakan menjadi :
  1. Awan cair, yaitu awan yang terbentuk dari air.
  2. Awan es, yaitu awan yang terbentuk dari salju.
  3. Awan campuran, yaitu awan yang terbentuk dari campuran air dan salju.

6. Hujan

Hujan adalah kejadian yang merupakan akibat dari naiknya massa udara (awan) yang mengandung uap air dan mengkristal dalam butiran-butiran besar dan jatuh ke permukaan bumi.

Macam-macam hujan

  • Ditinjau dari proses terjadinya, hujan dapat dibagi menjadi:
  1. Hujan frontal,
  2. Hujan orografis,
  3. Hujan zenithal (hujan tropis),
  4. Hujan buatan, yaitu hujan yang sengaja dibuat oleh manusia.
  • Ditinjau dari ukuran butirannya, hujan dapat dibagi menjadi:
  1. Hujan gerimis, yaitu hujan yang butirannya berdiameter kurang dari 0,5 mm.
  2. Hujan salju, yaitu hujan yang terdiri dari kristal-kristal es dan terjadi pada suhu udara di bawah titik beku.
  3. Hujan es, yaitu hujan yang berupa gumpalan-gumpalan es.
  4. Hujan deras, yaitu hujan lebat dan butirannya berdiameter lebih dari 7 mm.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *