Usus buntu itu apa?

Usus buntu adalah kantung kecil seperti kantong yang terletak di bagian pertama dari usus besar (cecum) di perut kanan bawah. Jaringan limfatik dalam apendiks membantu fungsi kekebalan tubuh. Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi. Sebagai kesimpulan, ketika Anda mengalami gejala emergensi usus buntu seperti sakit perut kanan bawah, demam, mual dan muntah, maka tanpa banyak kompromi segeralah periksakan ke dokter atau rumah sakit terdekat. Penyakit usus buntu atau dalam bahasa medis dikenal dengan apendisitis adalah kondisi ketika apendiks atau sebuah kantung yang merupakan bagian dari usus besar yang terletak di sisi kanan bawah perut mengalami peradangan. Kemungkinan mengalami peradangan dan infeksi pada bagian perut bila terjadi usus buntu pecah ketika dilakukan operasi.

Letaknya yang tidak tersambung dengan usus lainnya, berada di bagian ujung, dan berada di bagian bawah usus sehingga membuat usus buntu rentan mengalami penumpukan kotoran dari sisa-sisa makanan dan menyebabkan peradangan. Jika Anda merasakan nyeri perut bagian bawah, mual, demam, dan menggigil, bisa jadi usus buntu meradang dan akan pecah karena peradangan dapat menyebabkan demam. Bagaimanapun, makanan pedas dapat menyebabkan kondisi lain yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan mungkin menyerupai gejala awal penyakit usus buntu.

Demam yang diikuti dengan rasa nyeri perut bagian bawah dan mual merupakan tanda sedang terjadinya peradangan usus buntu yang berpotensi mengalami pecah. Selain rasa sakit pada perut bagian kanan bawah, penderita usus buntu juga biasanya mengalami penurunan nafsu makan, mual, muntah, pembengkakan pada area perut, demam, dan tidak bisa buang angin. – Apendisitis atau penyakit usus buntu ini dapat terjadi karena ketika usus buntu pecah, mengalami infeksi, dan mengalami peradangan.

Apabila Anda mengalami rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah atau memiliki gejala yang mengarah pada usus buntu, segera berkonsultasi dengan dokter. Sebagian penderita radang usus buntu kronis mengalami sakit perut di bagian kanan bawah yang kerap diiringi mual, diare, lemas, dan demam. Jika kondisi ini tidak cepat didiagnosis dan diobati, usus buntu yang meradang dan tersumbat dapat pecah dan menyebabkan nanah atau cairan yang terinfeksi memasuki rongga perut.

Perlu diketahui, penyakit usus buntu merupakan kondisi akut, sehingga perlu ditangani sesegera mungkin untuk mencegah usus buntu yang meradang pecah dan mengakibatkan infeksi di seluruh rongga perut. Dr Payne menuturkan ketika seseorang menekan bagian bawah perut dan merasa sakit saat melepaskan tekanan, sebaiknya tidak melakukannya lagi dan periksakan ke dokter karena kemungkinan terkait radang usus buntu. Inilah yang sering dikatakan sebagai gejala klasik usus buntu dimana pasien akan merasakan nyeri yang terus menerus dan menetap di perut bagian kanan bawah (Acute Appendicitis).” Terang Dokter Julias.

Dr. Julias Arief Komala, Sp. B, selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat mengatakan bahwa secara prinsip terjadinya peradangan atau appendicitis bisa terjadi akibat suatu sumbatan dari lumen usus buntu yang menyebabkan gangguan sirkulasi mukus, sehingga timbul peningkatan tekanan di dalam lumen usus buntu tersebut. Banyak orang yang tidak menyadari tubuhnya mengalami peradangan usus buntu sehingga kebanyakan kasus harus ditangani dengan operasi. Selain itu, konsumsi gula dan makanan manis yang besar dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan pemaparan infeksi, yang pada akhirnya menjadi penyebab usus buntu.

Usus buntu yang mengalami peradangan kadang-kadang pecah terbuka, yang menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis) Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan radang usus buntu kambuh dan membuat Anda mengalami rasa sakit di bagian perut kanan bawah. Seperti yang dilansir oleh , penyakit usus buntu memiliki beberapa gejala yaitu pusing, muntah-muntah, hilangnya nafsu makan, demam, diare atau konstipasi, pembengkakan di bagian perut, tidak bisa buang gas atau kentut, dan terasa sakit saat buang air kecil.

Usus buntu yang mengalami peradangan bisa menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Ketika pecah, usus buntu yang terinfeksi menyebabkan peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut peritoneum). Namun, risiko peradangan usus buntu dapat ditekan jika si kecil sering memakan makanan berserat tinggi seperti sayuran segar dan buah-buahan.

Bakteri dalam usus buntu yang tersumbat berkembang biak dan menyebabkan infeksi serta peradangan. Ketika usus buntu sudah mengalami infeksi, akan muncul rasa sakit di perut bagian kanan bawah. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu” kata dokter Rianto menjelaskan..

Pengangkatan usus buntu adalah terapi terbaik untuk penyembuhan sakit Rizky ini, karena apabila usus buntu ini membengkak, kemudian pecah maka akan mencemari seluruh tubuh dan tindakan operasi yang lebih besar harus dilakukan,”ujar dokter Rianto. Pembengkakan dan peradangan menyebabkan infeksi, penggumpalan darah atau pecahnya usus buntu. Dokter keluarga (untuk anak) atau internis/dokter penyakit dalam (untuk orang dewasa) akan menekan daerah perut terutama pada bagian sekitar pusar jika pasien dicurigai menderita usus buntu.

Jika usus buntu sampai pecah, maka infeksi dapat meluas dan menyebabkan suhu tubuh semakin meningkat, demam menjadi tinggi. Gejala usus buntu yang utama ini, ditandai dengan perut terasa sakit saat disentuh, dan nyeri cenderung menjadi lebih parah ketika mengambil napas dalam-dalam atau ketika tubuh berpindah posisi misalnya berjalan.

Loading...