Sistem Peredaran Darah pada Burung (Aves) Beserta Gambarnya

Burung adalah kelas dalam Vertebrata subphylum dari filum Chordata dan terdiri dari hewan berdarah panas, bipedal, dan berbulu.

Umumnya ciri-ciri burung yaitu:

  • tubuh berbentuk spindle dengan empat divisi – kepala, leher, batang & ekor
  • kaki depan dimodifikasi untuk terbang
  • penutup epidermis bulu dan sisik kaki
  • adanya paruh atau paruh
  • kerangka sepenuhnya mengeras dengan rongga udara
  • sistem saraf berkembang dengan baik
  • jantung 4 bilik
  • endodermis, berdarah panas
  • jenis kelamin terpisah, pembuahan internal
  • urin semipadat, limbah nitrogen utama adalah asam urat

Burung (Aves) adalah Kelas di Subphylum Vertebrata dari Filum Chordata, sehingga mereka memiliki semua karakteristik dari kedua kelompok ini di samping yang berikut ini:

  • Kulit tahan air ditutupi bulu
  • Endotermik, berdarah panas
  • telur keras yang tahan air (cleidoic – ditutup telur)
  • Paruh atau pelatuk daripada gigi
  • Bipedal (berjalan dengan dua kaki saja)
  • Lengan depan berkembang menjadi sayap

Sebagian besar anggota telah beradaptasi untuk penerbangan dengan lengan depan yang dimodifikasi sebagai sayap dan banyak fitur penghematan berat seperti tulang berongga

  • Kingdom – Animalia
  • Filum – Chordata
  • Subphylum – Vertebrata
  • Kelas – Aves

Ada lebih banyak spesies burung dari dari setiap lain kelas vertebrata. Burung ditemukan di seluruh dunia dari mulai Arktik sampai Antartika dan semua daerah di antara mereka. Fakta burung bisa terbang dan terbang keluar lagi berarti bahwa mereka mampu untuk melakukan kunjungan singkat ke banyak tempat untuk mengambil keuntungan dari pasokan makanan musiman yang sulit dilakukan hewan lain. Burung mampu memanfaatkan kondisi lingkungan yang keras dengan bermigrasi ke daerah lain.

Burung merupakan hewan yang paling baru berkembang dari kelas vertebrata, dengan fosil tertua sekitar 160 juta tahun. Burung dianggap sebagai keturunan modern dari dinosaurus, menjadi satu-satunya jalur evolusi langsung yang selamat dari peristiwa kepunahan yang menyapu semua dinosaurus lain sekitar 65 juta tahun yang lalu.

Alat peredaran darah pada Burung

Aves atau burung umumnya memiliki sistem peredaran darah yang hampir sama hewan mamalia. Yang sedikit membedakan hanyalah sistem yang terjadi pada burung dikenal dengan sebutan sistem peredaran darah tertutup atau sistem peredaran darah ganda. Pada setiap satu siklusnya darah akan melewati jantung burung sebanyak dua kali. Sistem peredaran burung ini juga hampir sama dengan mekanisme peredaran darah pada manusia.

Jantung burung dan mamalia memiliki empat ruang yang sudah terpisah sempurna. Dengan demikian, Burung telah melakukan pemisahan yang sempurna antara darah kaya CO2 dan darah yang kaya O2. Darah burung berbentuk oval dengan inti sel, dan hemoglobin yang terkandung dalam protoplasma sel darahnya. Dari bilik kiri jantung burung, darah akan mengalir lewat arteri yang bercabang tiga.

Pada Aves atau burung jantung memiliki bentuk kerucut dengan sebuah lapisan pelindungnya. Terdapat empat ruangan yang ada di dalam jantung burung, yaitu terdiri dari serambi kanan (atrium dekster), serambi kiri (atrium sinister), bilik kanan (ventrikel dekster), dan bilik kiri (ventrikel sinister). Keempat ruangan pada jantung aves tersebut telah didesain sedemikian rupa sehingga oksigen dan karbondioksida tidak akan pernah tercampur di dalam satu ruangan.

Dua arteri bercabang-cabang lagi untuk menyuplai darah ke kepala dan organ-organ di tubuh burung bagian depan, serta otot-otot terbang. Satu arteri menyuplai darah ke anggota badan bagian belakang. Sementara itu, pembuluh balik (vena) pada burung dapat dibedakan atas vena cava superior (yang membawa darah dari tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (yang membawa darah dari tubuh bagian bawah).

Sistem Peredaran Darah pada Burung (Aves)
Sistem Peredaran Darah pada Burung (Aves)

Dari sistem vena tersebut, darah masuk ke serambi kanan dan bilik kanan jantung burung. Dari bilik kanan, darah dipompakan ke paru-paru lewat arteri pulmonalis, dan kembali ke bilik kiri melalui vena pulmonalis. Burung, Mammalia, Reptilia, dan Amphibia memiliki sistem peredaran darah ganda karena dalam perjalanannya, darah dua kali melewati jantung. Tidak seperti burung, pada cacing dan serangga, darah hanya satu kali melewati jantung, disebut sistem peredaran darah tunggal.

Mekanisme Peredaran Darah pada Burung

Sistem peredaran darah burung dimulai ketika darah yang mempunyai kandungan karbondioksida ini dialirkan dari seluruh tubuh menuju ke jantung, tepat di serambi kanan ke bilik kanan. Selanjutnya darah yang ada di bilik kanan akan disebarkan menuju paru-paru. Urutan selanjutnya darah dengan kandungan oksigen yang ada  dalam paru-paru akan dialirkan menuju serambi kiri (atrium sinister) menuju bilik kiri (ventrikel sinister) dan kemudian akan diedarkan menuju aorta.

Singkatnya 2 sistem peredaran darah pada burung, yaitu:

  • Peredaran darah kecil – darah dan kandungan karbondioksida yang berasal dari seluruh akan dialirkan ke serambi kanan (atrium dekster) yang nantinya darah tersebut akan melewati bilik kanan (ventrikel dekster).
  • Peredaran darah besar – darah yang telah tercampur oksigen yang berasal dari ventrikel dekster tersebut akan disalurkan keseluruh bagian tubuh aves.

Sebelum kita mengetahui dan mempelajari Sistem Peredaran Darah Pada Aves Beserta Gambarnya maka tidak salah bagi kita untuk membaca ulasan mengenai pengelompokkan spesies aves.

Pengelompokkan Burung

Semua kelompok hewan tentu saja membutuhkan habitat hidup untuk hewan-hewan tersebut tinggal sebagai penyongkong keberlangsungan hidupnya tak terkecuali dengan burung. Kelompokkan hewan burung yang memiliki nama ilmiah aves ini membutuhkan lingkungan yang sehat serta bebas dari berbagai macam polusi. Memang pada umumnya burung memiliki habitat hidup yang beragam, mulai dari hutan, taman, kebun, padang rumput, perairan dan juga padang pasir.

Lingkungan yang terbebas dari beragam polusi dapat memperpanjang masa hidup sekelompok burung. Selain itu, tingkat adaptasi burung terhadap berbagai kompetisi antar sesama burung serta bagaimana kemampuan hewan tersebut dapat menghadapi seleksi alam menjadi beberapa faktor yang juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup.

Burung yang termasuk dalam golongan hewan vertebrata menjadi salah satu hewan yang mempunyai spesies terbanyak dibandingkan dengan hewan lainnya. Banyak ilmuwan yang telah menetapkan 3 cara untuk menentukan setiap spesies burung. Mereka sepakat untuk mengelompokkan burung dengan menitikberatkan pada ekologi dan tingkah lakunya. Ketiga kelompok tersebut diantaranya:

1. Spesies burung dilihat dari kemampuannya

Kelompok pertama pengelompokkan spesies burung dapat dilihat dari kemampuannya. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan burung dapat terbang dan kemampuan burung yang tidak dapat terbang. Kategori ini menentukan dan menjelaskan banyak burung yang beragam spesies.

2. Perilaku anak burung yang baru saja menetas

Sejak burung mulai menetas akan dikualifikasikan berdasarkan perilaku pertama kali yang diperlihatkannya. Ada dua jenis perilaku yangumumnya akan muncul pada anak burung yang baru saja menetas, yaitu Altricial dan Precocial. Precocial sikhususkan sebagai sebutan untuk anak burung yang scara langsung dapat meninggalkan sarangnya setelah proses penetasan selesai. Bahkan anak burung jenis ini dapat mencari makanannya sendiri setelah keluar dari telur. Sementara altricial adalahs ebutan untuk anak burung yang setelah menetas masih rapuh, belum memiliki bulu, dan masih membutuhkan induknya untuk dapat bertahan hidup. Seperti untuk mencari makan dan untuk menghangatkan tubuhnya hingga ia telah mampu untuk terbang.

3. Penyebaran ekosistem burung

Seluruh ekosistem haruslah seimbang agar populasi semua hewan dapat terjaga, termasuk populasi burung yang umumnya paling banyak. Habitat hidup burung akan menentukan jenis spesies dari aves, yaitu berhabitat di lautan, atau di daratan serta spesies burung yang bertengger.

Karakteristik Tubuh Burung

Meskipun setiap Sistem Peredaran Darah Pada Burung Beserta Gambarnya itu sama dengan hewan mamalia, akan tetapi pada dasarnya aves memilikin karakteristik tubuh yang berbeda setiap spesiesnya.

Ciri-ciri fisik burung adalah:

  • memiliki 2 kaki
  • memiliki tulang belakang.
  • Memiliki bentuk leher yang fleksibel
  • Ukuran otak yang cukup besar
  • Memiliki rahang bawah
  • Mempunyai paruh tidak gigi

Habitat Burung

Umumnya spesies burung yang hidup diberbagai tempat mempunyai ciri-ciri seperti di atas. Namun, ada ciri-ciri khusus yang dimiliki spesies burung tergantung dari habitat hidupnya, seperti burung yang hidup di daratan, di air atau burung yang memiliki tengger.

1. Burung yang berhabitaat di daratan

Spesies burung yang satu ini memiliki ciri khusus yaitu dengan cakar yang kuat dipakai untuk mencari makan, hanya terbang pada jarak tertentu saja dan jika menghadapi musuhnya lebih banyak dengan berlari.

2. Burung yang berhabitat di lautan atau perairan

Spesies burung yang hidup diperairan memiliki ciri khusus yaitu memiliki kaki yang berselaput dengan paruh yang runcing dan panjang. Sayap yang dimilikinya dapat digunakan untuk berenang di air dan dapat juga untuk terbang di udara.

3. Burung bertengger

Yang termasuk dalam spesies burung ini adalah burung pemangsa dan arboreal, seperti elang, gagak, merpati, pelatuk dan lainnya. Burung pemangsa lebih memiliki kaki yang kuat, sementara burung arboreal lebih memanfaatkan pepohonan sebagai tempat hidupnya atau pijakannya.

Nah, itulah Sistem Peredaran Darah Pada Aves Beserta Gambarnya serta penjelasan lain yang berkaitan dengan aves. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com